Sunny | 16 Jun 2012 10:07
Picon
Favicon

Anies: Radikalisme Muncul Karena Ketimpangan

Ref: Bagaimana menghilangkan ketimpangan, kalau negara menciptakan, memlihara dan memupuk kaum berpaham radikalime dengan lambang agama?
 
 

"Dulu, muslim yang toleran, yang open minded ada di daerah pesisir, mulai dari Banten sampai Tegal. Tetapi sekarang berbeda, radikalisme muncul dari daerah pesisir. Kenapa? Karena keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tidak merata," jelas Anies, pada diskusi dan peluncuran buku “Agama Punya Seribu Nyawa“, di gedung Pasca-Sarjana Universitas Paramadina, Selasa (12/6).

Ketidakadilan inilah, yang menurut Anies yang yang menyebabkan ekstrimisme. "Miskin bukan barang baru, tapi ketimpanan itu yang baru," tegasnya.

Dari kekecewaan inilah, lanjut Anies, mulai bermunculan kelompok-kelompok ekstrimis yang berekspresi menggunakan panji keagamaan. “Kekecewaan ini diekspresikan dalam bentuk agama. Maka tidak heran, munculah front-front pembela itu,“ tuturnya.

Buku “Agama Punya 1000 Nyawa“ karya Prof Dr Komaruddin Hidayat diterbitkan oleh Noura Books. Buku setebal 308 halaman ini memuat pengelaman keseharian Guru Besar Universitas Islam Negeri Jakarta itu, sebuah refleksi filosofis dan teoligis kehidupan agama yang dipandang secara sederhana, mudah dan bermanfaat.

Di samping itu, buku ini juga berusaha menempatkan secara proporsional agama menurut perspektif kehidupan berbangsa. [WFz]



__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
muskitawati | 16 Jun 2012 22:24
Picon
Favicon

Re: Anies: Radikalisme Muncul Karena Ketimpangan

Syariah Islam-lah yang mewajibkan Radikalisme, dan akibat radikalisme ini barulah terjadi ketimpangan
sehingga mudah memaksakan Syariah Islam kepada mereka yang bukan Islam yang ketakutan terhadap
radikalisme yang mereka ciptakan.

Jadi untuk mengatasi ketimpangan adalah dengan menumpas radikalisme, dan untuk menumpas radikalisme
harus menumpas sumbernya yaitu Syariah Islam sebagai penyembabnya.

Tanpa Syariah Islam tidak akan terjadi radikalisme agama, dan tanpa radikalisme agama tidak akan timbul
ketimpangan, dan tanpa adanya ketimpangan, kehidupan beragama akan terjamin.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

--- In mediacare@..., "Sunny" <ambon <at> ...> wrote:
>
> Ref: Bagaimana menghilangkan ketimpangan, kalau negara menciptakan, memlihara dan memupuk kaum
berpaham radikalime dengan lambang agama?
> 
> 
> http://www.gatra.com/nasiapa sebenarnya menyebabkan ketimpangansional-cp/1-nasional/14109-anies-radikalisme-muncul-karena-ketimpangan
>       Bola | Cars Plus | Gatra Kampus  
> 
> Anies: Radikalisme Muncul Karena Ketimpangan 
> Thursday, 14 June 2012 23:56 
> Jakarta - Menyikapi radikalisme atas nama agama yang sering muncul di Indonesia, Rektor Universitas
Paramadina Anies Baswaden, menjelaskan bahwa situasi tersebut dipengaruhi ketimpangan sosial yang
begitu besar dalam kehidupan masyarakat.
> "Dulu, muslim yang toleran, yang open minded ada di daerah pesisir, mulai dari Banten sampai Tegal.
Tetapi sekarang berbeda, radikalisme muncul dari daerah pesisir. Kenapa? Karena keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia tidak merata," jelas Anies, pada diskusi dan peluncuran buku “Agama
Punya Seribu Nyawa“, di gedung Pasca-Sarjana Universitas Paramadina, Selasa (12/6).
> 
> Ketidakadilan inilah, yang menurut Anies yang yang menyebabkan ekstrimisme. "Miskin bukan barang
baru, tapi ketimpanan itu yang baru," tegasnya.
> 
> Dari kekecewaan inilah, lanjut Anies, mulai bermunculan kelompok-kelompok ekstrimis yang
berekspresi menggunakan panji keagamaan. “Kekecewaan ini diekspresikan dalam bentuk agama.
Maka tidak heran, munculah front-front pembela itu,“ tuturnya.
> 
> Buku “Agama Punya 1000 Nyawa“ karya Prof Dr Komaruddin Hidayat diterbitkan oleh Noura Books.
Buku setebal 308 halaman ini memuat pengelaman keseharian Guru Besar Universitas Islam Negeri Jakarta
itu, sebuah refleksi filosofis dan teoligis kehidupan agama yang dipandang secara sederhana, mudah dan bermanfaat.
> 
> Di samping itu, buku ini juga berusaha menempatkan secara proporsional agama menurut perspektif
kehidupan berbangsa. [WFz]
>

------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group  <at>  FB: 
http://www.facebook.com/groups/mediacare/

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mediacare-digest@... 
    mediacare-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    mediacare-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

airlangga pribadi | 21 Jun 2012 09:31
Picon
Favicon

Re: Re: Anies: Radikalisme Muncul Karena Ketimpangan

Logikanya perlu diperbaiki dan harus belajar logika lagi. Ketimpangan itu adalah hasil dari tidak adilnya redistribusi kekuasaan dan politik, sehingga proses alokasi sumber daya sosial dan ekonomi tidak adil. Dari situ muncul ketimpangan sosial ekonomi. Tidak saja di negara yang mayoritas agamanya Islam, yang mayoritas Kristen atau apapun dari situ fakta sosial terjadi. Respons dari ketimpangan itu bisa macem-macem, ada yang dengan menggunakan bahasa agama, menyerukan syari'ah Islam, ada pula yang menggunakan bahasa ideologi dan lain-lainnya.

From: muskitawati <muskitawati-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
To: mediacare-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org
Sent: Sunday, 17 June 2012 4:24 AM
Subject: [mediacare] Re: Anies: Radikalisme Muncul Karena Ketimpangan

 
Syariah Islam-lah yang mewajibkan Radikalisme, dan akibat radikalisme ini barulah terjadi ketimpangan sehingga mudah memaksakan Syariah Islam kepada mereka yang bukan Islam yang ketakutan terhadap radikalisme yang mereka ciptakan.

Jadi untuk mengatasi ketimpangan adalah dengan menumpas radikalisme, dan untuk menumpas radikalisme harus menumpas sumbernya yaitu Syariah Islam sebagai penyembabnya.

Tanpa Syariah Islam tidak akan terjadi radikalisme agama, dan tanpa radikalisme agama tidak akan timbul ketimpangan, dan tanpa adanya ketimpangan, kehidupan beragama akan terjamin.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

--- In mailto:mediacare%40yahoogroups.com, "Sunny" <ambon <at> ...> wrote:
>
> Ref: Bagaimana menghilangkan ketimpangan, kalau negara menciptakan, memlihara dan memupuk kaum berpaham radikalime dengan lambang agama?
>
>
> http://www.gatra.com/nasiapa sebenarnya menyebabkan ketimpangansional-cp/1-nasional/14109-anies-radikalisme-muncul-karena-ketimpangan
> Bola | Cars Plus | Gatra Kampus
>
> Anies: Radikalisme Muncul Karena Ketimpangan
> Thursday, 14 June 2012 23:56
> Jakarta - Menyikapi radikalisme atas nama agama yang sering muncul di Indonesia, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswaden, menjelaskan bahwa situasi tersebut dipengaruhi ketimpangan sosial yang begitu besar dalam kehidupan masyarakat.
> "Dulu, muslim yang toleran, yang open minded ada di daerah pesisir, mulai dari Banten sampai Tegal. Tetapi sekarang berbeda, radikalisme muncul dari daerah pesisir. Kenapa? Karena keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tidak merata," jelas Anies, pada diskusi dan peluncuran buku “Agama Punya Seribu Nyawa“, di gedung Pasca-Sarjana Universitas Paramadina, Selasa (12/6).
>
> Ketidakadilan inilah, yang menurut Anies yang yang menyebabkan ekstrimisme. "Miskin bukan barang baru, tapi ketimpanan itu yang baru," tegasnya.
>
> Dari kekecewaan inilah, lanjut Anies, mulai bermunculan kelompok-kelompok ekstrimis yang berekspresi menggunakan panji keagamaan. “Kekecewaan ini diekspresikan dalam bentuk agama. Maka tidak heran, munculah front-front pembela itu,“ tuturnya.
>
> Buku “Agama Punya 1000 Nyawa“ karya Prof Dr Komaruddin Hidayat diterbitkan oleh Noura Books. Buku setebal 308 halaman ini memuat pengelaman keseharian Guru Besar Universitas Islam Negeri Jakarta itu, sebuah refleksi filosofis dan teoligis kehidupan agama yang dipandang secara sederhana, mudah dan bermanfaat.
>
> Di samping itu, buku ini juga berusaha menempatkan secara proporsional agama menurut perspektif kehidupan berbangsa. [WFz]
>





__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Lisman Manurung | 22 Jun 2012 00:50
Picon
Favicon

Re: Re: Anies: Radikalisme Muncul Karena Ketimpangan

Dan ketimpangan tidak akan terjadi kalau elite publik kita tidak rakus. Kalau elite swasta kaya, itu biasa, karena mereka juga tempo-tempo bangkrut. Tetapi elite publik mestinya sudah cukup puas jika negara semakin kaya, dan bukan mengalihkan aset ke negara jadi miliknya: korupsi.
 
Makanya dalam pandangan saya, sejauh seorang pejabat dapat memperkaya asset negara, baik karena merawatnya degan hati, bukan dengan semangat bandit seperti di Hambalang, tetapi seperti apa yang anda saksikan di kampus-kampus PTN yang semakin terawat.
 
Di Australia adalah 'pamali' seorang pejabat publik, termasuk ketika dia sudah pensiun hidup dengan ragam kemewahan dan kemaha-rajaan. Namun tidak berarti mereka itu dikerdilkan rakyat. Justru sebaliknya, mereka disegani, karena merekalah kelas yang dipercaya telah membuat Australia eksis 200 tahun, dan juga akan terus eksis sedikitnya  200 tahun ke depan.
 
Jika budaya elite publik masih saja harus dengan atribut bergelimangan harta, saya ragu apakah dekade demi dekade NKRI masih seperti pada awalnya. NKRI akan terus  meltdown perlahan-perlahan. NKRI akan digerus terus oleh ketidak-puasan kaum miskin. Di perkotaan ada teroris yang umumnya etnis Jawa. Dan di luar kota, persisnya di luar Jawa juga akan terus ada aksi separatis seperti  di Papua,Aceh, Ambon dan seterus.
 
 
 Thu, 6/21/12, airlangga pribadi <angga2k-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org> wrote:

From: airlangga pribadi <angga2k-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
Subject: Re: [mediacare] Re: Anies: Radikalisme Muncul Karena Ketimpangan
To: "mediacare-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org" <mediacare-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org>
Date: Thursday, June 21, 2012, 2:31 PM

 
Logikanya perlu diperbaiki dan harus belajar logika lagi. Ketimpangan itu adalah hasil dari tidak adilnya redistribusi kekuasaan dan politik, sehingga proses alokasi sumber daya sosial dan ekonomi tidak adil. Dari situ muncul ketimpangan sosial ekonomi. Tidak saja di negara yang mayoritas agamanya Islam, yang mayoritas Kristen atau apapun dari situ fakta sosial terjadi. Respons dari ketimpangan itu bisa macem-macem, ada yang dengan menggunakan bahasa agama, menyerukan syari'ah Islam, ada pula yang menggunakan bahasa ideologi dan lain-lainnya.

From: muskitawati <muskitawati-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
To: mediacare-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org
Sent: Sunday, 17 June 2012 4:24 AM
Subject: [mediacare] Re: Anies: Radikalisme Muncul Karena Ketimpangan

 
Syariah Islam-lah yang mewajibkan Radikalisme, dan akibat radikalisme ini barulah terjadi ketimpangan sehingga mudah memaksakan Syariah Islam kepada mereka yang bukan Islam yang ketakutan terhadap radikalisme yang mereka ciptakan.

Jadi untuk mengatasi ketimpangan adalah dengan menumpas radikalisme, dan untuk menumpas radikalisme harus menumpas sumbernya yaitu Syariah Islam sebagai penyembabnya.

Tanpa Syariah Islam tidak akan terjadi radikalisme agama, dan tanpa radikalisme agama tidak akan timbul ketimpangan, dan tanpa adanya ketimpangan, kehidupan beragama akan terjamin.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

--- In mailto:mediacare%40yahoogroups.com, "Sunny" <ambon <at> ...> wrote:
>
> Ref: Bagaimana menghilangkan ketimpangan, kalau negara menciptakan, memlihara dan memupuk kaum berpaham radikalime dengan lambang agama?
>
>
> http://www.gatra.com/nasiapa sebenarnya menyebabkan ketimpangansional-cp/1-nasional/14109-anies-radikalisme-muncul-karena-ketimpangan
> Bola | Cars Plus | Gatra Kampus
>
> Anies: Radikalisme Muncul Karena Ketimpangan
> Thursday, 14 June 2012 23:56
> Jakarta - Menyikapi radikalisme atas nama agama yang sering muncul di Indonesia, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswaden, menjelaskan bahwa situasi tersebut dipengaruhi ketimpangan sosial yang begitu besar dalam kehidupan masyarakat.
> "Dulu, muslim yang toleran, yang open minded ada di daerah pesisir, mulai dari Banten sampai Tegal. Tetapi sekarang berbeda, radikalisme muncul dari daerah pesisir. Kenapa? Karena keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tidak merata," jelas Anies, pada diskusi dan peluncuran buku “Agama Punya Seribu Nyawa“, di gedung Pasca-Sarjana Universitas Paramadina, Selasa (12/6).
>
> Ketidakadilan inilah, yang menurut Anies yang yang menyebabkan ekstrimisme. "Miskin bukan barang baru, tapi ketimpanan itu yang baru," tegasnya.
>
> Dari kekecewaan inilah, lanjut Anies, mulai bermunculan kelompok-kelompok ekstrimis yang berekspresi menggunakan panji keagamaan. “Kekecewaan ini diekspresikan dalam bentuk agama. Maka tidak heran, munculah front-front pembela itu,“ tuturnya.
>
> Buku “Agama Punya 1000 Nyawa“ karya Prof Dr Komaruddin Hidayat diterbitkan oleh Noura Books. Buku setebal 308 halaman ini memuat pengelaman keseharian Guru Besar Universitas Islam Negeri Jakarta itu, sebuah refleksi filosofis dan teoligis kehidupan agama yang dipandang secara sederhana, mudah dan bermanfaat.
>
> Di samping itu, buku ini juga berusaha menempatkan secara proporsional agama menurut perspektif kehidupan berbangsa. [WFz]
>





__._,_.___

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group <at> FB:
http://www.facebook.com/groups/mediacare/






Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Gmane