Toni Santoso | 27 Jan 03:55 2011
Picon

Ma gwee

Halo cuwi sekalian,

Kemaarin bayi tetangga berumur satu bulan, datang kiriman berupa satu dos
makanan dengan sebutir telur rebus yang diwarnai merah.
Owe jadi teringat tradisi ma-gweek-an ini, demikian orang-orang tionghoa
Semarang menyebutnya.
Keluarga yang punya anak bayi, saat anaknya berumur satu bulan mengirimkan
bingkisan makanan kepada para tamu yang sudah datang menengok, mestinya
sebagai tanda terima kasih dan harapan agar si bayi berumur panjang. Kalau
di Semarang dulu, bingkisannya berupa satu besek yang ditutupnya ditempel
sepotong kertas merah. Isinya macam-macam makanan yang berwarna merah
seperti kue moho, miku, kue ku dan kue mangkok, serta telur rebus warna
merah. Sekarang rupanya demi kepraktisan makannannya diganti nasi rames
saja, tetapi telur rebus merahnya masih. O ya, kalau di Semarang moho dan
miku bisa dibeli di Gang Baru, entah di Jakarta dimana yang jual?

Moho berupa kue berdiameter 15 cm dikukus sampai mekar seperti bolu kukus.
Miku adalah bakpao berbentuk oval, isinya kacang hijau tumbuk. Di atasnya
biasa ditulis huruf "so" (panjang umur) dengan memakai adonan terigu, owe
masih bisa baca huruf ini. Kue ku adalah kue berbentuk kura-kura dibuat
dari ketan, isinya tumbukan kacang hijau, di bawahnya biasa diberi alas
daun pisang supaya tidak lengket. Kue ku jelas melambangkan harapan umur
panjang, karena kura-kura dikenal bisa hidup lama.

Owe mohon penjelasan, kata ma-gwee, gwee-nya mestinya bulan bukan? Apa
sebenarnya arti "ma"? Lalu moho, miku dan kue ku? Bagaimana han tzi-nya?
dan melambangkan apa ?

Kamsia - kamsia.

(Continue reading)

AK. Bromokusumo | 27 Jan 04:19 2011
Picon

Re: Ma gwee



Pak Toni, salam kenal dari sesama orang Semarang,

Setahu saya ma-gwee adalah ucapan khas Hokkian Semarang. Pelafalan Hokkian yang lebih tepat sepertinya berbunyi MUA GWEE.

Ini berasal dari Hanzi 满月 (man yue, kalau tidak salah tulisannya begitu). Arti lebih luas dan lebih dalam mungkin menunggu para cianpwee di sini yang lebih paham.

Moho, miku, kue ku sepertinya juga pelafalan Hokkian, tapi saya sungguh tidak bisa menebak Hanzi'nya.

kiongciu,
Aji





--- On Thu, 1/27/11, Toni Santoso <pci <at> centrin.net.id> wrote:

From: Toni Santoso <pci-WFZpCyA5SlEMaY++rXgPVg@public.gmane.org>
Subject: [budaya_tionghua] Ma gwee
To: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org
Date: Thursday, January 27, 2011, 9:55 AM

Halo cuwi sekalian,

Kemaarin bayi tetangga berumur satu bulan, datang kiriman berupa satu dos
makanan dengan sebutir telur rebus yang diwarnai merah.
Owe jadi teringat tradisi ma-gweek-an ini, demikian orang-orang tionghoa
Semarang menyebutnya.
Keluarga yang punya anak bayi, saat anaknya berumur satu bulan mengirimkan
bingkisan makanan kepada para tamu yang sudah datang menengok, mestinya
sebagai tanda terima kasih dan harapan agar si bayi berumur panjang. Kalau
di Semarang dulu, bingkisannya berupa satu besek yang ditutupnya ditempel
sepotong kertas merah. Isinya macam-macam makanan yang berwarna merah
seperti kue moho, miku, kue ku dan kue mangkok, serta telur rebus warna
merah. Sekarang rupanya demi kepraktisan makannannya diganti nasi rames
saja, tetapi telur rebus merahnya masih. O ya, kalau di Semarang moho dan
miku bisa dibeli di Gang Baru, entah di Jakarta dimana yang jual?

Moho berupa kue berdiameter 15 cm dikukus sampai mekar seperti bolu kukus.
Miku adalah bakpao berbentuk oval, isinya kacang hijau tumbuk. Di atasnya
biasa ditulis huruf "so" (panjang umur) dengan memakai adonan terigu, owe
masih bisa baca huruf ini. Kue ku adalah kue berbentuk kura-kura dibuat
dari ketan, isinya tumbukan kacang hijau, di bawahnya biasa diberi alas
daun pisang supaya tidak lengket. Kue ku jelas melambangkan harapan umur
panjang, karena kura-kura dikenal bisa hidup lama.

Owe mohon penjelasan, kata ma-gwee, gwee-nya mestinya bulan bukan? Apa
sebenarnya arti "ma"? Lalu moho, miku dan kue ku? Bagaimana han tzi-nya?
dan melambangkan apa ?

Kamsia - kamsia.

Kiongchiu.
Toni



------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    budaya_tionghua-digest <at> yahoogroups.com
    budaya_tionghua-fullfeatured-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/




__._,_.___

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.





Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
John Doe | 27 Jan 04:24 2011
Picon

Re: Ma gwee



Kalau kata orang Medan (mungkin org hokien Medan keseleo lidah) : Mua Gwee.
Kalau kata orang Khek Man nYek 

Mua = Penuh
Gwee = Bulan 

Man = penuh
nyek = Bulan

jadi artinya Sebulan Penuh.

Bingkisan, biasanya di jaman modern ini, isinya cukup 1 cake dengan 
ornamen lucu2 seperti patung bayi tidur diatasnya, atau gula-gula Icing Sugar berbentuk sepatu bayi, atau sejenisnya, pokoke yang berhub ama bayi2.

Kalau jaman saya masih muda dulu di Medan, 
biasanya bingkisan malah Ayam Goreng Kalasan, pulut kuning, ama telor merah, angku

moho, miku, kue (ang) ku : saya kurang tahu maknanya. tapi saya tahu kue yg dimaksud :D
kue ku / kalo org Medan sebutnya ang ku  (soalnya ada ku lain warnanya)
mungkin para milisis laen ada yg tahu jawabannya, bisa membantu.


2011/1/27 Toni Santoso <pci <at> centrin.net.id>
 

Halo cuwi sekalian,

Kemaarin bayi tetangga berumur satu bulan, datang kiriman berupa satu dos
makanan dengan sebutir telur rebus yang diwarnai merah.
Owe jadi teringat tradisi ma-gweek-an ini, demikian orang-orang tionghoa
Semarang menyebutnya.
Keluarga yang punya anak bayi, saat anaknya berumur satu bulan mengirimkan
bingkisan makanan kepada para tamu yang sudah datang menengok, mestinya
sebagai tanda terima kasih dan harapan agar si bayi berumur panjang. Kalau
di Semarang dulu, bingkisannya berupa satu besek yang ditutupnya ditempel
sepotong kertas merah. Isinya macam-macam makanan yang berwarna merah
seperti kue moho, miku, kue ku dan kue mangkok, serta telur rebus warna
merah. Sekarang rupanya demi kepraktisan makannannya diganti nasi rames
saja, tetapi telur rebus merahnya masih. O ya, kalau di Semarang moho dan
miku bisa dibeli di Gang Baru, entah di Jakarta dimana yang jual?

Moho berupa kue berdiameter 15 cm dikukus sampai mekar seperti bolu kukus.
Miku adalah bakpao berbentuk oval, isinya kacang hijau tumbuk. Di atasnya
biasa ditulis huruf "so" (panjang umur) dengan memakai adonan terigu, owe
masih bisa baca huruf ini. Kue ku adalah kue berbentuk kura-kura dibuat
dari ketan, isinya tumbukan kacang hijau, di bawahnya biasa diberi alas
daun pisang supaya tidak lengket. Kue ku jelas melambangkan harapan umur
panjang, karena kura-kura dikenal bisa hidup lama.

Owe mohon penjelasan, kata ma-gwee, gwee-nya mestinya bulan bukan? Apa
sebenarnya arti "ma"? Lalu moho, miku dan kue ku? Bagaimana han tzi-nya?
dan melambangkan apa ?

Kamsia - kamsia.

Kiongchiu.
Toni




__._,_.___


.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.





Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
David | 27 Jan 04:44 2011
Picon

Re: Ma gwee

Orang Kheq Jakarta sepertinya, sependengaran owe, melafalkannya Nyat deh... (CMIIW)

--- In budaya_tionghua@..., John Doe <gunawan <at> ...> wrote:
>
> Kalau kata orang Medan (mungkin org hokien Medan keseleo lidah) : Mua Gwee.
> Kalau kata orang Khek Man nYek
> 
> Mua = Penuh
> Gwee = Bulan
> 
> Man = penuh
> nyek = Bulan
> 
> jadi artinya Sebulan Penuh.
> 
> Bingkisan, biasanya di jaman modern ini, isinya cukup 1 cake dengan
> ornamen lucu2 seperti patung bayi tidur diatasnya, atau gula-gula Icing
> Sugar berbentuk sepatu bayi, atau sejenisnya, pokoke yang berhub ama bayi2.
> 
> Kalau jaman saya masih muda dulu di Medan,
> biasanya bingkisan malah Ayam Goreng Kalasan, pulut kuning, ama telor merah,
> angku
> 
> moho, miku, kue (ang) ku : saya kurang tahu maknanya. tapi saya tahu kue yg
> dimaksud :D
> kue ku / kalo org Medan sebutnya ang ku  (soalnya ada ku lain warnanya)
> mungkin para milisis laen ada yg tahu jawabannya, bisa membantu.
> 
> 
> 2011/1/27 Toni Santoso <pci <at> ...>
> 
> >
> >
> > Halo cuwi sekalian,
> >
> > Kemaarin bayi tetangga berumur satu bulan, datang kiriman berupa satu dos
> > makanan dengan sebutir telur rebus yang diwarnai merah.
> > Owe jadi teringat tradisi ma-gweek-an ini, demikian orang-orang tionghoa
> > Semarang menyebutnya.
> > Keluarga yang punya anak bayi, saat anaknya berumur satu bulan mengirimkan
> > bingkisan makanan kepada para tamu yang sudah datang menengok, mestinya
> > sebagai tanda terima kasih dan harapan agar si bayi berumur panjang. Kalau
> > di Semarang dulu, bingkisannya berupa satu besek yang ditutupnya ditempel
> > sepotong kertas merah. Isinya macam-macam makanan yang berwarna merah
> > seperti kue moho, miku, kue ku dan kue mangkok, serta telur rebus warna
> > merah. Sekarang rupanya demi kepraktisan makannannya diganti nasi rames
> > saja, tetapi telur rebus merahnya masih. O ya, kalau di Semarang moho dan
> > miku bisa dibeli di Gang Baru, entah di Jakarta dimana yang jual?
> >
> > Moho berupa kue berdiameter 15 cm dikukus sampai mekar seperti bolu kukus.
> > Miku adalah bakpao berbentuk oval, isinya kacang hijau tumbuk. Di atasnya
> > biasa ditulis huruf "so" (panjang umur) dengan memakai adonan terigu, owe
> > masih bisa baca huruf ini. Kue ku adalah kue berbentuk kura-kura dibuat
> > dari ketan, isinya tumbukan kacang hijau, di bawahnya biasa diberi alas
> > daun pisang supaya tidak lengket. Kue ku jelas melambangkan harapan umur
> > panjang, karena kura-kura dikenal bisa hidup lama.
> >
> > Owe mohon penjelasan, kata ma-gwee, gwee-nya mestinya bulan bukan? Apa
> > sebenarnya arti "ma"? Lalu moho, miku dan kue ku? Bagaimana han tzi-nya?
> > dan melambangkan apa ?
> >
> > Kamsia - kamsia.
> >
> > Kiongchiu.
> > Toni
> >
> >  
> >
>

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    budaya_tionghua-digest@... 
    budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

John Doe | 27 Jan 04:52 2011
Picon

Re: Re: Ma gwee



Tergantung khek asal mana orgnya.

mungkin nyat bunyinya sama denagn nyet (nyek) saya kayanya. 
Saya kurang ngerti Romanisasi standardnya :D
Kalau Nyat bacanya seperti akhiran -nya (seperti nya pada punya) ditambah t ya beda.

Kalau Moiyen, Dapu. setahu saya bunyinya Nyet (nyek) 

--cmiiw :D

2011/1/27 David <dkhkwa-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
 

Orang Kheq Jakarta sepertinya, sependengaran owe, melafalkannya Nyat deh... (CMIIW)



--- In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org, John Doe <gunawan <at> ...> wrote:
>
> Kalau kata orang Medan (mungkin org hokien Medan keseleo lidah) : Mua Gwee.
> Kalau kata orang Khek Man nYek
>
> Mua = Penuh
> Gwee = Bulan
>
> Man = penuh
> nyek = Bulan
>
> jadi artinya Sebulan Penuh.
>
> Bingkisan, biasanya di jaman modern ini, isinya cukup 1 cake dengan
> ornamen lucu2 seperti patung bayi tidur diatasnya, atau gula-gula Icing
> Sugar berbentuk sepatu bayi, atau sejenisnya, pokoke yang berhub ama bayi2.
>
> Kalau jaman saya masih muda dulu di Medan,
> biasanya bingkisan malah Ayam Goreng Kalasan, pulut kuning, ama telor merah,
> angku
>
> moho, miku, kue (ang) ku : saya kurang tahu maknanya. tapi saya tahu kue yg
> dimaksud :D
> kue ku / kalo org Medan sebutnya ang ku (soalnya ada ku lain warnanya)
> mungkin para milisis laen ada yg tahu jawabannya, bisa membantu.
>
>
> 2011/1/27 Toni Santoso <pci <at> ...>

>
> >
> >
> > Halo cuwi sekalian,
> >
> > Kemaarin bayi tetangga berumur satu bulan, datang kiriman berupa satu dos
> > makanan dengan sebutir telur rebus yang diwarnai merah.
> > Owe jadi teringat tradisi ma-gweek-an ini, demikian orang-orang tionghoa
> > Semarang menyebutnya.
> > Keluarga yang punya anak bayi, saat anaknya berumur satu bulan mengirimkan
> > bingkisan makanan kepada para tamu yang sudah datang menengok, mestinya
> > sebagai tanda terima kasih dan harapan agar si bayi berumur panjang. Kalau
> > di Semarang dulu, bingkisannya berupa satu besek yang ditutupnya ditempel
> > sepotong kertas merah. Isinya macam-macam makanan yang berwarna merah
> > seperti kue moho, miku, kue ku dan kue mangkok, serta telur rebus warna
> > merah. Sekarang rupanya demi kepraktisan makannannya diganti nasi rames
> > saja, tetapi telur rebus merahnya masih. O ya, kalau di Semarang moho dan
> > miku bisa dibeli di Gang Baru, entah di Jakarta dimana yang jual?
> >
> > Moho berupa kue berdiameter 15 cm dikukus sampai mekar seperti bolu kukus.
> > Miku adalah bakpao berbentuk oval, isinya kacang hijau tumbuk. Di atasnya
> > biasa ditulis huruf "so" (panjang umur) dengan memakai adonan terigu, owe
> > masih bisa baca huruf ini. Kue ku adalah kue berbentuk kura-kura dibuat
> > dari ketan, isinya tumbukan kacang hijau, di bawahnya biasa diberi alas
> > daun pisang supaya tidak lengket. Kue ku jelas melambangkan harapan umur
> > panjang, karena kura-kura dikenal bisa hidup lama.
> >
> > Owe mohon penjelasan, kata ma-gwee, gwee-nya mestinya bulan bukan? Apa
> > sebenarnya arti "ma"? Lalu moho, miku dan kue ku? Bagaimana han tzi-nya?
> > dan melambangkan apa ?
> >
> > Kamsia - kamsia.
> >
> > Kiongchiu.
> > Toni
> >
> >
> >
>




__._,_.___


.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.





Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
agoeng_set | 27 Jan 06:10 2011
Picon

Re: Re: Ma gwee



G biasa man yek ga terdengar ny tp yek apa salah denger yah. Heheheheh

Btw menurut sesepuh disini yg bagi2 ilmu pas seminar dulu, sebenernya itungan 1 bln atau 30 hari itu ga terlalu tepat, krn seharusnya 40 hari yaitu dimana saat itu kondisi bayi benar2 sempurna, buat lebih jelas mungkin bisa dicari diarsip milis atau di website budaya-tionghoa.net
From: John Doe <gunawan <at> gmail.com>
Sender: budaya_tionghua <at> yahoogroups.com
Date: Thu, 27 Jan 2011 10:52:00 +0700
To: <budaya_tionghua <at> yahoogroups.com>
ReplyTo: budaya_tionghua <at> yahoogroups.com
Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Ma gwee

 

Tergantung khek asal mana orgnya.


mungkin nyat bunyinya sama denagn nyet (nyek) saya kayanya. 
Saya kurang ngerti Romanisasi standardnya :D
Kalau Nyat bacanya seperti akhiran -nya (seperti nya pada punya) ditambah t ya beda.

Kalau Moiyen, Dapu. setahu saya bunyinya Nyet (nyek) 

--cmiiw :D

2011/1/27 David <dkhkwa <at> yahoo.com>
 

Orang Kheq Jakarta sepertinya, sependengaran owe, melafalkannya Nyat deh... (CMIIW)



--- In budaya_tionghua <at> yahoogroups.com, John Doe <gunawan <at> ...> wrote:
>
> Kalau kata orang Medan (mungkin org hokien Medan keseleo lidah) : Mua Gwee.
> Kalau kata orang Khek Man nYek
>
> Mua = Penuh
> Gwee = Bulan
>
> Man = penuh
> nyek = Bulan
>
> jadi artinya Sebulan Penuh.
>
> Bingkisan, biasanya di jaman modern ini, isinya cukup 1 cake dengan
> ornamen lucu2 seperti patung bayi tidur diatasnya, atau gula-gula Icing
> Sugar berbentuk sepatu bayi, atau sejenisnya, pokoke yang berhub ama bayi2.
>
> Kalau jaman saya masih muda dulu di Medan,
> biasanya bingkisan malah Ayam Goreng Kalasan, pulut kuning, ama telor merah,
> angku
>
> moho, miku, kue (ang) ku : saya kurang tahu maknanya. tapi saya tahu kue yg
> dimaksud :D
> kue ku / kalo org Medan sebutnya ang ku (soalnya ada ku lain warnanya)
> mungkin para milisis laen ada yg tahu jawabannya, bisa membantu.
>
>
> 2011/1/27 Toni Santoso <pci <at> ...>

>
> >
> >
> > Halo cuwi sekalian,
> >
> > Kemaarin bayi tetangga berumur satu bulan, datang kiriman berupa satu dos
> > makanan dengan sebutir telur rebus yang diwarnai merah.
> > Owe jadi teringat tradisi ma-gweek-an ini, demikian orang-orang tionghoa
> > Semarang menyebutnya.
> > Keluarga yang punya anak bayi, saat anaknya berumur satu bulan mengirimkan
> > bingkisan makanan kepada para tamu yang sudah datang menengok, mestinya
> > sebagai tanda terima kasih dan harapan agar si bayi berumur panjang. Kalau
> > di Semarang dulu, bingkisannya berupa satu besek yang ditutupnya ditempel
> > sepotong kertas merah. Isinya macam-macam makanan yang berwarna merah
> > seperti kue moho, miku, kue ku dan kue mangkok, serta telur rebus warna
> > merah. Sekarang rupanya demi kepraktisan makannannya diganti nasi rames
> > saja, tetapi telur rebus merahnya masih. O ya, kalau di Semarang moho dan
> > miku bisa dibeli di Gang Baru, entah di Jakarta dimana yang jual?
> >
> > Moho berupa kue berdiameter 15 cm dikukus sampai mekar seperti bolu kukus.
> > Miku adalah bakpao berbentuk oval, isinya kacang hijau tumbuk. Di atasnya
> > biasa ditulis huruf "so" (panjang umur) dengan memakai adonan terigu, owe
> > masih bisa baca huruf ini. Kue ku adalah kue berbentuk kura-kura dibuat
> > dari ketan, isinya tumbukan kacang hijau, di bawahnya biasa diberi alas
> > daun pisang supaya tidak lengket. Kue ku jelas melambangkan harapan umur
> > panjang, karena kura-kura dikenal bisa hidup lama.
> >
> > Owe mohon penjelasan, kata ma-gwee, gwee-nya mestinya bulan bukan? Apa
> > sebenarnya arti "ma"? Lalu moho, miku dan kue ku? Bagaimana han tzi-nya?
> > dan melambangkan apa ?
> >
> > Kamsia - kamsia.
> >
> > Kiongchiu.
> > Toni
> >
> >
> >
>




__._,_.___

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.





Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
David | 27 Jan 04:34 2011
Picon

Re: Moa gwee

Toni Sianseng,

Setahu owe:
Moa gueq MÔ (ada pula yang mengejanya Mwa Gwik, ejaan Jawa Tengah-Jawa Timur) artinya ¡°genap
sebulan". 
Moho, belum ketemu Hanzinya. 
Mi ku üIý" artinya ¡°kura-kura terigu¡±
Kue ku = Ang Ku Kue ¼tý"¼ <at>  artinya ¡°kue kura-kura merah¡±. Di kalangan Nyonya Malaysia kue ini
dikenal dengan nama Ang Ku Kuih.
Kue mangkok = Huat Kue °l¼ <at>  artinya ¡°kue mekar (huat = mekar)¡±
Shou ‰Û ¡°umur panjang¡±.

Di Jakarta, kalau mau mencari kue-kue tradisionalTionghoa, ya harus ke daerah Kota, khususnya Petak Sembilan.

Kiongchiu,
DK

--- In budaya_tionghua@..., "Toni Santoso" <pci <at> ...wrote:

Halo cuwi sekalian,

Kemaarin bayi tetangga berumur satu bulan, datang kiriman berupa satu dos makanan dengan sebutir telur
rebus yang diwarnai merah. Owe jadi teringat tradisi ma-gweek-an ini, demikian orang-orang tionghoa
Semarang menyebutnya.

Keluarga yang punya anak bayi, saat anaknya berumur satu bulan mengirimkan bingkisan makanan kepada para
tamu yang sudah datang menengok, mestinya sebagai tanda terima kasih dan harapan agar si bayi berumur
panjang. Kalau di Semarang dulu, bingkisannya berupa satu besek yang ditutupnya ditempel sepotong
kertas merah. Isinya macam-macam makanan yang berwarna merah seperti kue moho, miku, kue ku dan kue
mangkok, serta telur rebus warna merah. Sekarang rupanya demi kepraktisan makannannya diganti nasi
rames saja, tetapi telur rebus merahnya masih. O ya, kalau di Semarang moho dan miku bisa dibeli di Gang
Baru, entah di Jakarta dimana yang jual?

Moho berupa kue berdiameter 15 cm dikukus sampai mekar seperti bolu kukus. Miku adalah bakpao berbentuk
oval, isinya kacang hijau tumbuk. Di atasnya biasa ditulis huruf "so" (panjang umur) dengan memakai
adonan terigu, owe masih bisa baca huruf ini. Kue ku adalah kue berbentuk kura-kura dibuat dari ketan,
isinya tumbukan kacang hijau, di bawahnya biasa diberi alas daun pisang supaya tidak lengket. Kue ku
jelas melambangkan harapan umur panjang, karena kura-kura dikenal bisa hidup lama.

Owe mohon penjelasan, kata ma-gwee, gwee-nya mestinya bulan bukan? Apa sebenarnya arti "ma"? Lalu moho,
miku dan kue ku? Bagaimana han tzi-nya? dan melambangkan apa ?

Kamsia - kamsia.

Kiongchiu.
Toni

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    budaya_tionghua-digest@... 
    budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Ophoeng | 27 Jan 04:41 2011
Picon

Re: Ma gwee

Bung Toni dan TTM semuwah,

Hai, apakabar? Sudah makan?

Tradisi berbagi makanan hantaran dalam genep bulan ini, di Jakarta juga masih diadakan. Tergantung dari
masing-masing asal-usul kakek moyangnya dulu, isinya tentu saja berbeda-beda dan benar kata Bung Toni,
disesuaikan dengan kemajuan jaman yang lebih praktis, jeh!

Saya pernah dapat hantaran dari seorang teman nyonyah yang asli Medan, isinya berupa nasi ketan kuning
yang dikasih topping enten, kelapa parut dikasih gula Jawa itu, berbentuk pasta tentu. Dengan lauknya
seekor ayam bekakak, utuh, digoreng. Ada kueh citak berbentuk kura-kura itu juga. Dan, bener, ada
tambahan telur rebus yang direndam pewarna merah - agak lupa, tapi kayaknya lebih dari sebutir, kayaknya
sih dua. Mungkin ada pembedaan jumlah telur untuk anak lelaki vs anak perempuan?

Tapi juga pernah saya dapat hantaran man yue seloyang cake, dilapisi fondan warna merah, dengan hiasan
berupa figurine berbentuk anak bayi sedang tidur. Juga dengan kue citak dan telur merah. Baguslah tu
figurine dibuat dari plastik dan non edible, kalau dari fondan yang edible, keterlaluan juga: masak kita
dikasih suguhan makanan berbentuk anak bayi manusia ya? Jeruk makan jeruk dong tuh, euy!

Kemasannya tentu saja bukan lagi besek bambu seperti nasi berkat itu, melainkan dus karton mewah
berlaminasi plastik non glossy yang mestinya harganya juga bisa mendekati separuh harga ayam
bekakaknya, dihiasi ornamen cantik, dominan warna merah, dan suka-suka juga masih ditempeli kertas
merah, memberitahukan nama si bayi dan kedua orangtua-nya yang berbahagia. 

Kalau kita analisa kata 'ma-gweek' yang Bung Toni sebut, kemungkinan besar itu adalah lafal dialek
(Hokkian?) untuk 'man-yue' - genep (se)bulan, man - pinyin artinya genep, penuh. Saya gak tahu kenapa di
Semarang 'man'nya berubah jadi 'ma', mungkin cuma semata lafal daerah seperti 'gweek' (Jateng) untuk
'gwee' (Jabar) saja ya?

Akan halnya kueh-kueh-nya, cukup menarik untuk dibicarakan:

- Moho berupa kue berdiameter 15 cm dikukus sampai mekar seperti bolu kukus.

> Ukuran yang sangat besar, bukankah moho yang mekar seperti bolu kukus itu, dikemas pakai wadah takiran
daun pisang? Seingat saya, ukurannya kecil-kecil, sekitar 7 x 7 cm wadahnya, dengan bagian atas mekar
seperti bunga (kemarennya Bung John Doe menyebutnya sebagai kue bunga, fat-pan?)

- Miku adalah bakpao berbentuk oval, isinya kacang hijau tumbuk. Di atasnya biasa ditulis huruf "so"
(panjang umur) dengan memakai adonan terigu, owe masih bisa baca huruf ini.

> Sorry, I have no idea. Belum pernah lihat. Cuma membayangkan bakpao warna merah muda, tapi gak oval.
Isinya kacang hijau kupas tumbuk (persis center fill untuk kue onde-onde aka bola-bola), lupa lagi
namanya apa.

- Kue ku adalah kue berbentuk kura-kura dibuat dari ketan, isinya tumbukan kacang hijau, di bawahnya biasa
diberi alas daun pisang supaya tidak lengket.

> Kalau gak salah, ini kue biasa juga disebut sebagai 'kue citak', karena dalam proses pembuatannya, tu
adonan dicitak pakai citakan dari kayu, persis citakan untuk kue satu (tepung kacang ijo kupas + bubuk
gula pasir halus). Juga, warnanya ada yang hijau.

- Kue Mangkok.

> Mungkin padanannya sekarang adalah cup cake? Tapi, wadah 'mangkuk'nya kalau gak salah adalah cawan
kecil-kecil yang biasanya untuk ngeteh atau ngeciu itu? Dengan bahan tepung beras + air tape itu - atau
rancu dengan kueh apem nih? Yang jelas, kue mangkok juga mekar di permukaannya ya. 

Sayang sekali, saya juga gak tahu Hanzi untuk nama-nama kuwih-muwih tsb. Mungkin Bung David Kwa bisa bantu
menjelaskannya, termasuk perlambang yang menyertainya mengapa yang dipilih adalah jenis kuwih-muwih
itu ya.

Begitu sajah sih ya...

Salam makan enak dan sehat,
Ophoeng

http://ophoeng.multiply.com/

--- In budaya_tionghua@..., "Toni Santoso" <pci <at> ...> wrote:

Halo cuwi sekalian,

Kemaarin bayi tetangga berumur satu bulan, datang kiriman berupa satu dos makanan dengan sebutir telur
rebus yang diwarnai merah.

Owe jadi teringat tradisi ma-gweek-an ini, demikian orang-orang tionghoa Semarang menyebutnya.

Keluarga yang punya anak bayi, saat anaknya berumur satu bulan mengirimkan bingkisan makanan kepada para
tamu yang sudah datang menengok, mestinya sebagai tanda terima kasih dan harapan agar si bayi berumur
panjang. 

Kalau di Semarang dulu, bingkisannya berupa satu besek yang ditutupnya ditempel sepotong kertas merah.
Isinya macam-macam makanan yang berwarna merah seperti kue moho, miku, kue ku dan kue mangkok, serta
telur rebus warna merah. 

Sekarang rupanya demi kepraktisan makannannya diganti nasi rames saja, tetapi telur rebus merahnya
masih. O ya, kalau di Semarang moho dan miku bisa dibeli di Gang Baru, entah di Jakarta dimana yang jual?

Moho berupa kue berdiameter 15 cm dikukus sampai mekar seperti bolu kukus.

Miku adalah bakpao berbentuk oval, isinya kacang hijau tumbuk. Di atasnya biasa ditulis huruf "so"
(panjang umur) dengan memakai adonan terigu, owe masih bisa baca huruf ini. Kue ku adalah kue berbentuk
kura-kura dibuat dari ketan, isinya tumbukan kacang hijau, di bawahnya biasa diberi alas daun pisang
supaya tidak lengket. Kue ku jelas melambangkan harapan umur panjang, karena kura-kura dikenal bisa
hidup lama.

Owe mohon penjelasan, kata ma-gwee, gwee-nya mestinya bulan bukan? Apa
sebenarnya arti "ma"? Lalu moho, miku dan kue ku? Bagaimana han tzi-nya? dan melambangkan apa ?

Kamsia - kamsia.

Kiongchiu.
Toni

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    budaya_tionghua-digest@... 
    budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

pci_id | 27 Jan 05:04 2011
Picon

Re: Ma gwee

Bung Ophoeng,

Moho memang segitu ukurannya, kuenya padat dan sangat mengenyangkan, coba makan satu saja plus segelas
teh, waduh. Moho tidak pakai takir daun pisang, tapi pakai kertas di bawahnya spy tidak lengket.

Yang bung Ophoeng maksud dengan fat pan itu, atau huat kue, he he he ... baru tahu owe namanya, yang pakai daun
pisang + biting, na itu baru kue mangkok di Semarang.

Miku, yang ini owe belum pernah lihat di luar Semarang.

Kiongchiu.

Toni

--- In budaya_tionghua@..., "Ophoeng" <ophoeng <at> ...> wrote:
>
> Bung Toni dan TTM semuwah,
> 
> Hai, apakabar? Sudah makan?
> 
> Tradisi berbagi makanan hantaran dalam genep bulan ini, di Jakarta juga masih diadakan. Tergantung dari
masing-masing asal-usul kakek moyangnya dulu, isinya tentu saja berbeda-beda dan benar kata Bung Toni,
disesuaikan dengan kemajuan jaman yang lebih praktis, jeh!
> 
> Saya pernah dapat hantaran dari seorang teman nyonyah yang asli Medan, isinya berupa nasi ketan kuning
yang dikasih topping enten, kelapa parut dikasih gula Jawa itu, berbentuk pasta tentu. Dengan lauknya
seekor ayam bekakak, utuh, digoreng. Ada kueh citak berbentuk kura-kura itu juga. Dan, bener, ada
tambahan telur rebus yang direndam pewarna merah - agak lupa, tapi kayaknya lebih dari sebutir, kayaknya
sih dua. Mungkin ada pembedaan jumlah telur untuk anak lelaki vs anak perempuan?
> 
> Tapi juga pernah saya dapat hantaran man yue seloyang cake, dilapisi fondan warna merah, dengan hiasan
berupa figurine berbentuk anak bayi sedang tidur. Juga dengan kue citak dan telur merah. Baguslah tu
figurine dibuat dari plastik dan non edible, kalau dari fondan yang edible, keterlaluan juga: masak kita
dikasih suguhan makanan berbentuk anak bayi manusia ya? Jeruk makan jeruk dong tuh, euy!
> 
> Kemasannya tentu saja bukan lagi besek bambu seperti nasi berkat itu, melainkan dus karton mewah
berlaminasi plastik non glossy yang mestinya harganya juga bisa mendekati separuh harga ayam
bekakaknya, dihiasi ornamen cantik, dominan warna merah, dan suka-suka juga masih ditempeli kertas
merah, memberitahukan nama si bayi dan kedua orangtua-nya yang berbahagia. 
> 
> 
> Kalau kita analisa kata 'ma-gweek' yang Bung Toni sebut, kemungkinan besar itu adalah lafal dialek
(Hokkian?) untuk 'man-yue' - genep (se)bulan, man - pinyin artinya genep, penuh. Saya gak tahu kenapa di
Semarang 'man'nya berubah jadi 'ma', mungkin cuma semata lafal daerah seperti 'gweek' (Jateng) untuk
'gwee' (Jabar) saja ya?
> 
> 
> 
> Akan halnya kueh-kueh-nya, cukup menarik untuk dibicarakan:
> 
> - Moho berupa kue berdiameter 15 cm dikukus sampai mekar seperti bolu kukus.
> 
> > Ukuran yang sangat besar, bukankah moho yang mekar seperti bolu kukus itu, dikemas pakai wadah takiran
daun pisang? Seingat saya, ukurannya kecil-kecil, sekitar 7 x 7 cm wadahnya, dengan bagian atas mekar
seperti bunga (kemarennya Bung John Doe menyebutnya sebagai kue bunga, fat-pan?)
> 
> 
> - Miku adalah bakpao berbentuk oval, isinya kacang hijau tumbuk. Di atasnya biasa ditulis huruf "so"
(panjang umur) dengan memakai adonan terigu, owe masih bisa baca huruf ini.
> 
> > Sorry, I have no idea. Belum pernah lihat. Cuma membayangkan bakpao warna merah muda, tapi gak oval.
Isinya kacang hijau kupas tumbuk (persis center fill untuk kue onde-onde aka bola-bola), lupa lagi
namanya apa.
> 
> 
> - Kue ku adalah kue berbentuk kura-kura dibuat dari ketan, isinya tumbukan kacang hijau, di bawahnya
biasa diberi alas daun pisang supaya tidak lengket.
> 
> > Kalau gak salah, ini kue biasa juga disebut sebagai 'kue citak', karena dalam proses pembuatannya, tu
adonan dicitak pakai citakan dari kayu, persis citakan untuk kue satu (tepung kacang ijo kupas + bubuk
gula pasir halus). Juga, warnanya ada yang hijau.
> 
> - Kue Mangkok.
> 
> > Mungkin padanannya sekarang adalah cup cake? Tapi, wadah 'mangkuk'nya kalau gak salah adalah cawan
kecil-kecil yang biasanya untuk ngeteh atau ngeciu itu? Dengan bahan tepung beras + air tape itu - atau
rancu dengan kueh apem nih? Yang jelas, kue mangkok juga mekar di permukaannya ya. 
> 
> 
> Sayang sekali, saya juga gak tahu Hanzi untuk nama-nama kuwih-muwih tsb. Mungkin Bung David Kwa bisa
bantu menjelaskannya, termasuk perlambang yang menyertainya mengapa yang dipilih adalah jenis
kuwih-muwih itu ya.
> 
> Begitu sajah sih ya...
> 
> Salam makan enak dan sehat,
> Ophoeng
> 
> http://ophoeng.multiply.com/
> 

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    budaya_tionghua-digest@... 
    budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

David | 27 Jan 05:54 2011
Picon

Re: Moa gwee

Ophoeng-heng,

Semua kue-kue tradisional untuk Mua Gueq MÔ tadi (Moho, Miku, Kue Ku dan Kue Mangkok) mengandung
makna simbolisme yang baik. Miku üIý" dan Kue Ku (Ang Ku Kue ¼tý"¼ <at> ) dua-duanya mengandung kata Ku
ý" (Kura-kura). Binatang ini lambang umur panjang karena diyakini mampu bertahan hidup hingga ratusan
tahun. Huruf Siu ‰Û (Shou) yang artinya ¡°umur panjang¡±, yang tertulis di atas kue Moho, juga
melambangkan umur panjang. Lalu Kue Mangkok (Huat Kue °l¼ <at> ) mengandung arti Huat °l yang artinya
¡°mekar¡± atau ¡°memuai¡± (seperti roti). Selain itu, warna merah sendiri melambangkan
kegembiraan dan kebahagiaan. Kesemua simbol ini menyiratkan harapan dan doa agar sang anak panjang umur
dan banyak rejeki sejak berumur sebulan hingga tua kelak. 

Berkaitan dengan Sincnia ÐÂÕý yang tinggal seminggu lagi, karena makna simbolisme yang baik,
kue-kue ini, bersama buah-buahan yang juga mengandung makna konotasi baik, seperti apel, jeruk,
pisang, pear, lengkeng, anggur, delima, dan srikaya, menjadi kue-kue wajib dalam sajian sembahyang
besar Tionghoa, misalnya Sembayang Keng Thnikong ¹©Ì칫 (Sembahyang Tuhan) setiap Cnia Gueq Che
Kau ÕýÔ³õ¾ÅÈÕ (tanggal 9 bulan 1 imlek).

Kiongchiu,
DK

--- In budaya_tionghua@..., "Ophoeng" <ophoeng <at> ...> wrote:

Bung Toni dan TTM semuwah,

Hai, apakabar? Sudah makan?

Tradisi berbagi makanan hantaran dalam genep bulan ini, di Jakarta juga masih diadakan. Tergantung dari
masing-masing asal-usul kakek moyangnya dulu, isinya tentu saja berbeda-beda dan benar kata Bung Toni,
disesuaikan dengan kemajuan jaman yang lebih praktis, jeh!

Saya pernah dapat hantaran dari seorang teman nyonyah yang asli Medan, isinya berupa nasi ketan kuning
yang dikasih topping enten, kelapa parut dikasih gula Jawa itu, berbentuk pasta tentu. Dengan lauknya
seekor ayam bekakak, utuh, digoreng. Ada kueh citak berbentuk kura-kura itu juga. Dan, bener, ada
tambahan telur rebus yang direndam pewarna merah - agak lupa, tapi kayaknya lebih dari sebutir, kayaknya
sih dua. Mungkin ada pembedaan jumlah telur untuk anak lelaki vs anak perempuan?

Tapi juga pernah saya dapat hantaran man yue seloyang cake, dilapisi fondan warna merah, dengan hiasan
berupa figurine berbentuk anak bayi sedang tidur. Juga dengan kue citak dan telur merah. Baguslah tu
figurine dibuat dari plastik dan non edible, kalau dari fondan yang edible, keterlaluan juga: masak kita
dikasih suguhan makanan berbentuk anak bayi manusia ya? Jeruk makan jeruk dong tuh, euy!

Kemasannya tentu saja bukan lagi besek bambu seperti nasi berkat itu, melainkan dus karton mewah
berlaminasi plastik non glossy yang mestinya harganya juga bisa mendekati separuh harga ayam
bekakaknya, dihiasi ornamen cantik, dominan warna merah, dan suka-suka juga masih ditempeli kertas
merah, memberitahukan nama si bayi dan kedua orangtua-nya yang berbahagia.

Kalau kita analisa kata 'ma-gweek' yang Bung Toni sebut, kemungkinan besar itu adalah lafal dialek
(Hokkian?) untuk 'man-yue' - genep (se)bulan, man ¨C pinyin artinya genep, penuh. Saya gak tahu kenapa
di Semarang 'man'nya berubah jadi 'ma', mungkin cuma semata lafal daerah seperti 'gweek' (Jateng) untuk
'gwee' (Jabar) saja ya?

Akan halnya kueh-kueh-nya, cukup menarik untuk dibicarakan:

- Moho berupa kue berdiameter 15 cm dikukus sampai mekar seperti bolu kukus.

> Ukuran yang sangat besar, bukankah moho yang mekar seperti bolu kukus itu, dikemas pakai wadah takiran
daun pisang? Seingat saya, ukurannya kecil-kecil, sekitar 7 x 7 cm wadahnya, dengan bagian atas mekar
seperti bunga (kemarennya Bung John Doe menyebutnya sebagai kue bunga, fat-pan?)

- Miku adalah bakpao berbentuk oval, isinya kacang hijau tumbuk. Di atasnya biasa ditulis huruf "so"
(panjang umur) dengan memakai adonan terigu, owe masih bisa baca huruf ini.

> Sorry, I have no idea. Belum pernah lihat. Cuma membayangkan bakpao warna merah muda, tapi gak oval.
Isinya kacang hijau kupas tumbuk (persis center fill untuk kue onde-onde aka bola-bola), lupa lagi
namanya apa.

- Kue ku adalah kue berbentuk kura-kura dibuat dari ketan, isinya tumbukan kacang hijau, di bawahnya biasa
diberi alas daun pisang supaya tidak lengket.

> Kalau gak salah, ini kue biasa juga disebut sebagai 'kue citak', karena dalam proses pembuatannya, tu
adonan dicitak pakai citakan dari kayu, persis citakan untuk kue satu (tepung kacang ijo kupas + bubuk
gula pasir halus). Juga, warnanya ada yang hijau.

- Kue Mangkok.

> Mungkin padanannya sekarang adalah cup cake? Tapi, wadah 'mangkuk'nya kalau gak salah adalah cawan
kecil-kecil yang biasanya untuk ngeteh atau ngeciu itu? Dengan bahan tepung beras + air tape itu - atau
rancu dengan kueh apem nih? Yang jelas, kue mangkok juga mekar di permukaannya ya.

Sayang sekali, saya juga gak tahu Hanzi untuk nama-nama kuwih-muwih tsb. Mungkin Bung David Kwa bisa bantu
menjelaskannya, termasuk perlambang yang menyertainya mengapa yang dipilih adalah jenis kuwih-muwih
itu ya.

Begitu sajah sih ya...

Salam makan enak dan sehat,
Ophoeng

http://ophoeng.multiply.com/

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    budaya_tionghua-digest@... 
    budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Rinto Jiang | 29 Jan 11:53 2011
Picon

Re: Ma gwee



Bung Toni,
 
Seperti yang sudah dijelaskan oleh sesepuh di muka, saya ingin melengkapi.
 
Ma-gwee yang anda maksud seharusnya adalah moa gwee = man Yue dalam bahasa Mandarin, arti harfiahnya genap bulan. Ini dikarenakan di zaman dulu, mortalitas bayi yang baru lahir sangat tinggi. Jangankan di keluarga rakyat biasa, bayi2 dari seorang kaisar yang seharusnya mendapatkan perawatan plus daripada rakyat jelata juga tidak lepas dari mortalitas tinggi seperti ini. Untuk ini, perayaan untuk menyambut kehadiran bayi2 di zaman dulu biasanya diundur sampai usia genap 1 bulan. Pada perayaan kecil ini (karena terbatas hanya dalam keluarga dan handai-taulan), kehadiran sang bayi kemudian dilaporkan kepada leluhur dan dewa-dewi supaya diberikan kemudahan dalam perjalanan ke depan.
 
Moho kalau tidak salah menurut deskripsi anda seharusnya adalah huat kwe = fa gao = kue kembang (setelah dikukus). Ini melambangkan kemudahan rezeki dan perkembangan.
 
Miku saya kurang pasti karena banyak macam kue seperti ini.
 
Kue ku lazimnya disebut ang ku kwe = hong gui ke = kue kura-kura merah.
 
Kesemua istilah ini adalah berasal dari lafal bahasa Hokkian.
 
 
Rinto Jiang
 
 
 
Sent: Thursday, January 27, 2011 10:55 AM
Subject: [budaya_tionghua] Ma gwee
 
 

Halo cuwi sekalian,

Kemaarin bayi tetangga berumur satu bulan, datang kiriman berupa satu dos
makanan dengan sebutir telur rebus yang diwarnai merah.
Owe jadi teringat tradisi ma-gweek-an ini, demikian orang-orang tionghoa
Semarang menyebutnya.
Keluarga yang punya anak bayi, saat anaknya berumur satu bulan mengirimkan
bingkisan makanan kepada para tamu yang sudah datang menengok, mestinya
sebagai tanda terima kasih dan harapan agar si bayi berumur panjang. Kalau
di Semarang dulu, bingkisannya berupa satu besek yang ditutupnya ditempel
sepotong kertas merah. Isinya macam-macam makanan yang berwarna merah
seperti kue moho, miku, kue ku dan kue mangkok, serta telur rebus warna
merah. Sekarang rupanya demi kepraktisan makannannya diganti nasi rames
saja, tetapi telur rebus merahnya masih. O ya, kalau di Semarang moho dan
miku bisa dibeli di Gang Baru, entah di Jakarta dimana yang jual?

Moho berupa kue berdiameter 15 cm dikukus sampai mekar seperti bolu kukus.
Miku adalah bakpao berbentuk oval, isinya kacang hijau tumbuk. Di atasnya
biasa ditulis huruf "so" (panjang umur) dengan memakai adonan terigu, owe
masih bisa baca huruf ini. Kue ku adalah kue berbentuk kura-kura dibuat
dari ketan, isinya tumbukan kacang hijau, di bawahnya biasa diberi alas
daun pisang supaya tidak lengket. Kue ku jelas melambangkan harapan umur
panjang, karena kura-kura dikenal bisa hidup lama.

Owe mohon penjelasan, kata ma-gwee, gwee-nya mestinya bulan bukan? Apa
sebenarnya arti "ma"? Lalu moho, miku dan kue ku? Bagaimana han tzi-nya?
dan melambangkan apa ?

Kamsia - kamsia.

Kiongchiu.
Toni



__._,_.___

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.





Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
henyung | 29 Jan 14:57 2011
Picon

Re: Ma gwee

Sedikit penambahan,

Tradisi jaman dulu, kelahiran seorang bayi sama sekali tidak dikabarkan ke handai-taulan sebelum si bayi
mencapai usia manyue. Karena faktor mortalitas yang disebut di bawah. 

Jadi festival manyue juga berfungsi sebagai pemberitahuan kepada handai-taulan bahwa di keluarga itu
telah ada seroang manusia baru. 

Kalau ditarik-tarik, konon menurut beberapa tetua, sebelum mencapai manyue, hun dan po seorang bayi
masih belum menyatu dengan sempurna.

--- In budaya_tionghua@..., "Rinto Jiang" <rinto <at> ...> wrote:
>
> Bung Toni,
> 
> Seperti yang sudah dijelaskan oleh sesepuh di muka, saya ingin melengkapi.
> 
> Ma-gwee yang anda maksud seharusnya adalah moa gwee = man Yue dalam bahasa Mandarin, arti harfiahnya
genap bulan. Ini dikarenakan di zaman dulu, mortalitas bayi yang baru lahir sangat tinggi. Jangankan di
keluarga rakyat biasa, bayi2 dari seorang kaisar yang seharusnya mendapatkan perawatan plus daripada
rakyat jelata juga tidak lepas dari mortalitas tinggi seperti ini. Untuk ini, perayaan untuk menyambut
kehadiran bayi2 di zaman dulu biasanya diundur sampai usia genap 1 bulan. Pada perayaan kecil ini (karena
terbatas hanya dalam keluarga dan handai-taulan), kehadiran sang bayi kemudian dilaporkan kepada
leluhur dan dewa-dewi supaya diberikan kemudahan dalam perjalanan ke depan.
> 
> Moho kalau tidak salah menurut deskripsi anda seharusnya adalah huat kwe = fa gao = kue kembang (setelah
dikukus). Ini melambangkan kemudahan rezeki dan perkembangan.
> 
> Miku saya kurang pasti karena banyak macam kue seperti ini.
> 
> Kue ku lazimnya disebut ang ku kwe = hong gui ke = kue kura-kura merah.
> 
> Kesemua istilah ini adalah berasal dari lafal bahasa Hokkian.
> 
> 
> Rinto Jiang
> 
> 
> 
> From: Toni Santoso 
> Sent: Thursday, January 27, 2011 10:55 AM
> To: budaya_tionghua@... 
> Subject: [budaya_tionghua] Ma gwee
> 
>   
> Halo cuwi sekalian,
> 
> Kemaarin bayi tetangga berumur satu bulan, datang kiriman berupa satu dos
> makanan dengan sebutir telur rebus yang diwarnai merah.
> Owe jadi teringat tradisi ma-gweek-an ini, demikian orang-orang tionghoa
> Semarang menyebutnya.
> Keluarga yang punya anak bayi, saat anaknya berumur satu bulan mengirimkan
> bingkisan makanan kepada para tamu yang sudah datang menengok, mestinya
> sebagai tanda terima kasih dan harapan agar si bayi berumur panjang. Kalau
> di Semarang dulu, bingkisannya berupa satu besek yang ditutupnya ditempel
> sepotong kertas merah. Isinya macam-macam makanan yang berwarna merah
> seperti kue moho, miku, kue ku dan kue mangkok, serta telur rebus warna
> merah. Sekarang rupanya demi kepraktisan makannannya diganti nasi rames
> saja, tetapi telur rebus merahnya masih. O ya, kalau di Semarang moho dan
> miku bisa dibeli di Gang Baru, entah di Jakarta dimana yang jual?
> 
> Moho berupa kue berdiameter 15 cm dikukus sampai mekar seperti bolu kukus.
> Miku adalah bakpao berbentuk oval, isinya kacang hijau tumbuk. Di atasnya
> biasa ditulis huruf "so" (panjang umur) dengan memakai adonan terigu, owe
> masih bisa baca huruf ini. Kue ku adalah kue berbentuk kura-kura dibuat
> dari ketan, isinya tumbukan kacang hijau, di bawahnya biasa diberi alas
> daun pisang supaya tidak lengket. Kue ku jelas melambangkan harapan umur
> panjang, karena kura-kura dikenal bisa hidup lama.
> 
> Owe mohon penjelasan, kata ma-gwee, gwee-nya mestinya bulan bukan? Apa
> sebenarnya arti "ma"? Lalu moho, miku dan kue ku? Bagaimana han tzi-nya?
> dan melambangkan apa ?
> 
> Kamsia - kamsia.
> 
> Kiongchiu.
> Toni
>

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    budaya_tionghua-digest@... 
    budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

huarenau | 29 Jan 22:54 2011
Picon

Re: Ma gwee


Selain tradisi memberikan bingkisan kueh2 , bayi yg umur sebulan juga di cukur rambutnya, apakah ini
tradisi tionghoa dan kalau iya , apakah ada artinya ?

rgds. rc

--- In budaya_tionghua@..., "henyung" <henyung <at> ...> wrote:
>
> Sedikit penambahan,
> 
> Tradisi jaman dulu, kelahiran seorang bayi sama sekali tidak dikabarkan ke handai-taulan sebelum si
bayi mencapai usia manyue. Karena faktor mortalitas yang disebut di bawah. 
> 
> Jadi festival manyue juga berfungsi sebagai pemberitahuan kepada handai-taulan bahwa di keluarga itu
telah ada seroang manusia baru. 
> 
> Kalau ditarik-tarik, konon menurut beberapa tetua, sebelum mencapai manyue, hun dan po seorang bayi
masih belum menyatu dengan sempurna.
> 
> 
> --- In budaya_tionghua@..., "Rinto Jiang" <rinto <at> > wrote:
> >
> > Bung Toni,
> > 
> > Seperti yang sudah dijelaskan oleh sesepuh di muka, saya ingin melengkapi.
> > 
> > Ma-gwee yang anda maksud seharusnya adalah moa gwee = man Yue dalam bahasa Mandarin, arti harfiahnya
genap bulan. Ini dikarenakan di zaman dulu, mortalitas bayi yang baru lahir sangat tinggi. Jangankan di
keluarga rakyat biasa, bayi2 dari seorang kaisar yang seharusnya mendapatkan perawatan plus daripada
rakyat jelata juga tidak lepas dari mortalitas tinggi seperti ini. Untuk ini, perayaan untuk menyambut
kehadiran bayi2 di zaman dulu biasanya diundur sampai usia genap 1 bulan. Pada perayaan kecil ini (karena
terbatas hanya dalam keluarga dan handai-taulan), kehadiran sang bayi kemudian dilaporkan kepada
leluhur dan dewa-dewi supaya diberikan kemudahan dalam perjalanan ke depan.
> > 
> > Moho kalau tidak salah menurut deskripsi anda seharusnya adalah huat kwe = fa gao = kue kembang (setelah
dikukus). Ini melambangkan kemudahan rezeki dan perkembangan.
> > 
> > Miku saya kurang pasti karena banyak macam kue seperti ini.
> > 
> > Kue ku lazimnya disebut ang ku kwe = hong gui ke = kue kura-kura merah.
> > 
> > Kesemua istilah ini adalah berasal dari lafal bahasa Hokkian.
> > 
> > 
> > Rinto Jiang

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    budaya_tionghua-digest@... 
    budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

fey_solo | 30 Jan 03:20 2011
Picon

Re: Re: Ma gwee



Mo nanya, hun dan po itu apa ya?

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: "henyung" <henyung <at> yahoo.com>
Sender: budaya_tionghua <at> yahoogroups.com
Date: Sat, 29 Jan 2011 13:57:10 -0000
To: <budaya_tionghua <at> yahoogroups.com>
ReplyTo: budaya_tionghua <at> yahoogroups.com
Subject: [budaya_tionghua] Re: Ma gwee

 

Sedikit penambahan,

Tradisi jaman dulu, kelahiran seorang bayi sama sekali tidak dikabarkan ke handai-taulan sebelum si bayi mencapai usia manyue. Karena faktor mortalitas yang disebut di bawah.

Jadi festival manyue juga berfungsi sebagai pemberitahuan kepada handai-taulan bahwa di keluarga itu telah ada seroang manusia baru.

Kalau ditarik-tarik, konon menurut beberapa tetua, sebelum mencapai manyue, hun dan po seorang bayi masih belum menyatu dengan sempurna.

--- In budaya_tionghua <at> yahoogroups.com, "Rinto Jiang" <rinto <at> ...> wrote:
>
> Bung Toni,
>
> Seperti yang sudah dijelaskan oleh sesepuh di muka, saya ingin melengkapi.
>
> Ma-gwee yang anda maksud seharusnya adalah moa gwee = man Yue dalam bahasa Mandarin, arti harfiahnya genap bulan. Ini dikarenakan di zaman dulu, mortalitas bayi yang baru lahir sangat tinggi. Jangankan di keluarga rakyat biasa, bayi2 dari seorang kaisar yang seharusnya mendapatkan perawatan plus daripada rakyat jelata juga tidak lepas dari mortalitas tinggi seperti ini. Untuk ini, perayaan untuk menyambut kehadiran bayi2 di zaman dulu biasanya diundur sampai usia genap 1 bulan. Pada perayaan kecil ini (karena terbatas hanya dalam keluarga dan handai-taulan), kehadiran sang bayi kemudian dilaporkan kepada leluhur dan dewa-dewi supaya diberikan kemudahan dalam perjalanan ke depan.
>
> Moho kalau tidak salah menurut deskripsi anda seharusnya adalah huat kwe = fa gao = kue kembang (setelah dikukus). Ini melambangkan kemudahan rezeki dan perkembangan.
>
> Miku saya kurang pasti karena banyak macam kue seperti ini.
>
> Kue ku lazimnya disebut ang ku kwe = hong gui ke = kue kura-kura merah.
>
> Kesemua istilah ini adalah berasal dari lafal bahasa Hokkian.
>
>
> Rinto Jiang
>
>
>
> From: Toni Santoso
> Sent: Thursday, January 27, 2011 10:55 AM
> To: budaya_tionghua <at> yahoogroups.com
> Subject: [budaya_tionghua] Ma gwee
>
>
> Halo cuwi sekalian,
>
> Kemaarin bayi tetangga berumur satu bulan, datang kiriman berupa satu dos
> makanan dengan sebutir telur rebus yang diwarnai merah.
> Owe jadi teringat tradisi ma-gweek-an ini, demikian orang-orang tionghoa
> Semarang menyebutnya.
> Keluarga yang punya anak bayi, saat anaknya berumur satu bulan mengirimkan
> bingkisan makanan kepada para tamu yang sudah datang menengok, mestinya
> sebagai tanda terima kasih dan harapan agar si bayi berumur panjang. Kalau
> di Semarang dulu, bingkisannya berupa satu besek yang ditutupnya ditempel
> sepotong kertas merah. Isinya macam-macam makanan yang berwarna merah
> seperti kue moho, miku, kue ku dan kue mangkok, serta telur rebus warna
> merah. Sekarang rupanya demi kepraktisan makannannya diganti nasi rames
> saja, tetapi telur rebus merahnya masih. O ya, kalau di Semarang moho dan
> miku bisa dibeli di Gang Baru, entah di Jakarta dimana yang jual?
>
> Moho berupa kue berdiameter 15 cm dikukus sampai mekar seperti bolu kukus.
> Miku adalah bakpao berbentuk oval, isinya kacang hijau tumbuk. Di atasnya
> biasa ditulis huruf "so" (panjang umur) dengan memakai adonan terigu, owe
> masih bisa baca huruf ini. Kue ku adalah kue berbentuk kura-kura dibuat
> dari ketan, isinya tumbukan kacang hijau, di bawahnya biasa diberi alas
> daun pisang supaya tidak lengket. Kue ku jelas melambangkan harapan umur
> panjang, karena kura-kura dikenal bisa hidup lama.
>
> Owe mohon penjelasan, kata ma-gwee, gwee-nya mestinya bulan bukan? Apa
> sebenarnya arti "ma"? Lalu moho, miku dan kue ku? Bagaimana han tzi-nya?
> dan melambangkan apa ?
>
> Kamsia - kamsia.
>
> Kiongchiu.
> Toni
>



__._,_.___

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.





Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
budi anto | 31 Jan 08:25 2011
Picon

Re: Re: Ma gwee



kemarin baru liat da ai tv, kebetulan menantu nya lahiran dan sudah 1 bulan atau man yue, sang nenek memberikan barang man yue ke tetangga tetangga, begitu si tetangga membuka plastiknya langsung di katakan : "selamat yah dapat cucu cowok, bla...bla...bla..."

memangnya di man yue itu kalo lahirannya beda gender, barang yang di berikan ke orang2 itu berbeda juga ?



From:n> henyung <henyung-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
To: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org
Sent: Sat, January 29, 2011 9:57:10 PM
Subject: [budaya_tionghua] Re: Ma gwee

 

Sedikit penambahan,

Tradisi jaman dulu, kelahiran seorang bayi sama sekali tidak dikabarkan ke handai-taulan sebelum si bayi mencapai usia manyue. Karena faktor mortalitas yang disebut di bawah.

Jadi festival manyue juga berfungsi sebagai pemberitahuan kepada handai-taulan bahwa di keluarga itu telah ada seroang manusia baru.

Kalau ditarik-tarik, konon menurut beberapa tetua, sebelum mencapai manyue, hun dan po seorang bayi masih belum menyatu dengan sempurna.

--- In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org, "Rinto Jiang" <rinto <at> ...> wrote:
>
> Bung Toni,
>
> Seperti yang sudah dijelaskan oleh sesepuh di muka, saya ingin melengkapi.
>
> Ma-gwee yang anda maksud seharusnya adalah moa gwee = man Yue dalam bahasa Mandarin, arti harfiahnya genap bulan. Ini dikarenakan di zaman dulu, mortalitas bayi yang baru lahir sangat tinggi. Jangankan di keluarga rakyat biasa, bayi2 dari seorang kaisar yang seharusnya mendapatkan perawatan plus daripada rakyat jelata juga tidak lepas dari mortalitas tinggi seperti ini. Untuk ini, perayaan untuk menyambut kehadiran bayi2 di zaman dulu biasanya diundur sampai usia genap 1 bulan. Pada perayaan kecil ini (karena terbatas hanya dalam keluarga dan handai-taulan), kehadiran sang bayi kemudian dilaporkan kepada leluhur dan dewa-dewi supaya diberikan kemudahan dalam perjalanan ke depan.
>
> Moho kalau tidak salah menurut deskripsi anda seharusnya adalah huat kwe = fa gao = kue kembang (setelah dikukus). Ini melambangkan kemudahan rezeki dan perkembangan.
>
> Miku saya kurang pasti karena banyak macam kue seperti ini.
>
> Kue ku lazimnya disebut ang ku kwe = hong gui ke = kue kura-kura merah.
>
> Kesemua istilah ini adalah berasal dari lafal bahasa Hokkian.
>
>
> Rinto Jiang
>
>
>
> From: Toni Santoso
> Sent: Thursday, January 27, 2011 10:55 AM
> To: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org
> Subject: [budaya_tionghua] Ma gwee
>
>
> Halo cuwi sekalian,
>
> Kemaarin bayi tetangga berumur satu bulan, datang kiriman berupa satu dos
> makanan dengan sebutir telur rebus yang diwarnai merah.
> Owe jadi teringat tradisi ma-gweek-an ini, demikian orang-orang tionghoa
> Semarang menyebutnya.
> Keluarga yang punya anak bayi, saat anaknya berumur satu bulan mengirimkan
> bingkisan makanan kepada para tamu yang sudah datang menengok, mestinya
> sebagai tanda terima kasih dan harapan agar si bayi berumur panjang. Kalau
> di Semarang dulu, bingkisannya berupa satu besek yang ditutupnya ditempel
> sepotong kertas merah. Isinya macam-macam makanan yang berwarna merah
> seperti kue moho, miku, kue ku dan kue mangkok, serta telur rebus warna
> merah. Sekarang rupanya demi kepraktisan makannannya diganti nasi rames
> saja, tetapi telur rebus merahnya masih. O ya, kalau di Semarang moho dan
> miku bisa dibeli di Gang Baru, entah di Jakarta dimana yang jual?
>
> Moho berupa kue berdiameter 15 cm dikukus sampai mekar seperti bolu kukus.
> Miku adalah bakpao berbentuk oval, isinya kacang hijau tumbuk. Di atasnya
> biasa ditulis huruf "so" (panjang umur) dengan memakai adonan terigu, owe
> masih bisa baca huruf ini. Kue ku adalah kue berbentuk kura-kura dibuat
> dari ketan, isinya tumbukan kacang hijau, di bawahnya biasa diberi alas
> daun pisang supaya tidak lengket. Kue ku jelas melambangkan harapan umur
> panjang, karena kura-kura dikenal bisa hidup lama.
>
> Owe mohon penjelasan, kata ma-gwee, gwee-nya mestinya bulan bukan? Apa
> sebenarnya arti "ma"? Lalu moho, miku dan kue ku? Bagaimana han tzi-nya?
> dan melambangkan apa ?
>
> Kamsia - kamsia.
>
> Kiongchiu.
> Toni
>




__._,_.___

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.





Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
John Doe | 31 Jan 10:11 2011
Picon

Re: Re: Ma gwee



ah bisa aja om budi,

itu kan masih banyak penjelasan lain 
kenapa diambil kesimpulan bisa tahu gender dari liat bingkisan.

bisa aja dia dah tahu duluan sebelumnya (lewat talipon, pejer, sms, hape).


Kalau saya kutip dari sebuah website yg menjual bingkisan manyue:
dilihat dari bingkisan2 manyue  sepertinya yg wajib ada: telor merah ama Angku kue. Yang lain bisa dicustomize suka-suka.
Dan disana telurnya disebut Goodluck Red Egg (artinya telor merah merepresentasikan good luck?)



2011/1/31 budi anto <budiceng <at> yahoo.com>
 

kemarin baru liat da ai tv, kebetulan menantu nya lahiran dan sudah 1 bulan atau man yue, sang nenek memberikan barang man yue ke tetangga tetangga, begitu si tetangga membuka plastiknya langsung di katakan : "selamat yah dapat cucu cowok, bla...bla...bla..."

memangnya di man yue itu kalo lahirannya beda gender, barang yang di berikan ke orang2 itu berbeda juga ?



Sent: Sat, January 29, 2011 9:57:10 PM

Subject: [budaya_tionghua] Re: Ma gwee

 

Sedikit penambahan,



Tradisi jaman dulu, kelahiran seorang bayi sama sekali tidak dikabarkan ke handai-taulan sebelum si bayi mencapai usia manyue. Karena faktor mortalitas yang disebut di bawah.

Jadi festival manyue juga berfungsi sebagai pemberitahuan kepada handai-taulan bahwa di keluarga itu telah ada seroang manusia baru.

Kalau ditarik-tarik, konon menurut beberapa tetua, sebelum mencapai manyue, hun dan po seorang bayi masih belum menyatu dengan sempurna.

--- In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org, "Rinto Jiang" <rinto <at> ...> wrote:
>
> Bung Toni,
>
> Seperti yang sudah dijelaskan oleh sesepuh di muka, saya ingin melengkapi.
>
> Ma-gwee yang anda maksud seharusnya adalah moa gwee = man Yue dalam bahasa Mandarin, arti harfiahnya genap bulan. Ini dikarenakan di zaman dulu, mortalitas bayi yang baru lahir sangat tinggi. Jangankan di keluarga rakyat biasa, bayi2 dari seorang kaisar yang seharusnya mendapatkan perawatan plus daripada rakyat jelata juga tidak lepas dari mortalitas tinggi seperti ini. Untuk ini, perayaan untuk menyambut kehadiran bayi2 di zaman dulu biasanya diundur sampai usia genap 1 bulan. Pada perayaan kecil ini (karena terbatas hanya dalam keluarga dan handai-taulan), kehadiran sang bayi kemudian dilaporkan kepada leluhur dan dewa-dewi supaya diberikan kemudahan dalam perjalanan ke depan.
>
> Moho kalau tidak salah menurut deskripsi anda seharusnya adalah huat kwe = fa gao = kue kembang (setelah dikukus). Ini melambangkan kemudahan rezeki dan perkembangan.
>
> Miku saya kurang pasti karena banyak macam kue seperti ini.
>
> Kue ku lazimnya disebut ang ku kwe = hong gui ke = kue kura-kura merah.
>
> Kesemua istilah ini adalah berasal dari lafal bahasa Hokkian.
>
>
> Rinto Jiang
>
>
>
> From: Toni Santoso
> Sent: Thursday, January 27, 2011 10:55 AM
> To: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org
> Subject: [budaya_tionghua] Ma gwee
>
>
> Halo cuwi sekalian,
>
> Kemaarin bayi tetangga berumur satu bulan, datang kiriman berupa satu dos
> makanan dengan sebutir telur rebus yang diwarnai merah.
> Owe jadi teringat tradisi ma-gweek-an ini, demikian orang-orang tionghoa
> Semarang menyebutnya.
> Keluarga yang punya anak bayi, saat anaknya berumur satu bulan mengirimkan
> bingkisan makanan kepada para tamu yang sudah datang menengok, mestinya
> sebagai tanda terima kasih dan harapan agar si bayi berumur panjang. Kalau
> di Semarang dulu, bingkisannya berupa satu besek yang ditutupnya ditempel
> sepotong kertas merah. Isinya macam-macam makanan yang berwarna merah
> seperti kue moho, miku, kue ku dan kue mangkok, serta telur rebus warna
> merah. Sekarang rupanya demi kepraktisan makannannya diganti nasi rames
> saja, tetapi telur rebus merahnya masih. O ya, kalau di Semarang moho dan
> miku bisa dibeli di Gang Baru, entah di Jakarta dimana yang jual?
>
> Moho berupa kue berdiameter 15 cm dikukus sampai mekar seperti bolu kukus.
> Miku adalah bakpao berbentuk oval, isinya kacang hijau tumbuk. Di atasnya
> biasa ditulis huruf "so" (panjang umur) dengan memakai adonan terigu, owe
> masih bisa baca huruf ini. Kue ku adalah kue berbentuk kura-kura dibuat
> dari ketan, isinya tumbukan kacang hijau, di bawahnya biasa diberi alas
> daun pisang supaya tidak lengket. Kue ku jelas melambangkan harapan umur
> panjang, karena kura-kura dikenal bisa hidup lama.
>
> Owe mohon penjelasan, kata ma-gwee, gwee-nya mestinya bulan bukan? Apa
> sebenarnya arti "ma"? Lalu moho, miku dan kue ku? Bagaimana han tzi-nya?
> dan melambangkan apa ?
>
> Kamsia - kamsia.
>
> Kiongchiu.
> Toni
>





__._,_.___


.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.





Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Pink | 31 Jan 10:48 2011
Picon

Re: Ma gwee

dear all,

ada tulisan yang sangat lama mengenai hal ini coba ditelusuri dan dibaca lagi semoga memberikan
pencerahan :
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/13427

salam

--- In budaya_tionghua@..., John Doe <gunawan <at> ...> wrote:
>
> ah bisa aja om budi,
> 
> itu kan masih banyak penjelasan lain
> kenapa diambil kesimpulan bisa tahu gender dari liat bingkisan.
> 
> bisa aja dia dah tahu duluan sebelumnya (lewat talipon, pejer, sms, hape).
> 
> 
> Kalau saya kutip dari sebuah website yg menjual bingkisan manyue:
> dilihat dari bingkisan2 manyue  sepertinya yg wajib ada: telor merah ama
> Angku kue. Yang lain bisa dicustomize suka-suka.
> Dan disana telurnya disebut Goodluck Red Egg (artinya telor merah
> merepresentasikan good luck?)
> 
> webnya bisa dilihat disini:
> http://www.sweetestmoments.com.sg/fullmonth/fmPackages.aspx?PGroup=fm2009&vPackageIndex=1
> 
> 
> 
> 2011/1/31 budi anto <budiceng <at> ...>
> 
> >
> >
> > kemarin baru liat da ai tv, kebetulan menantu nya lahiran dan sudah 1 bulan
> > atau man yue, sang nenek memberikan barang man yue ke tetangga tetangga,
> > begitu si tetangga membuka plastiknya langsung di katakan : "selamat yah
> > dapat cucu cowok, bla...bla...bla..."
> >
> > memangnya di man yue itu kalo lahirannya beda gender, barang yang di
> > berikan ke orang2 itu berbeda juga ?
> >
> >
> >
> > ------------------------------
> > *From:* henyung <henyung <at> ...>
> > *To:* budaya_tionghua@...
> > *Sent:* Sat, January 29, 2011 9:57:10 PM
> >
> > *Subject:* [budaya_tionghua] Re: Ma gwee
> >
> >
> >
> > Sedikit penambahan,
> >
> >
> > Tradisi jaman dulu, kelahiran seorang bayi sama sekali tidak dikabarkan ke
> > handai-taulan sebelum si bayi mencapai usia manyue. Karena faktor mortalitas
> > yang disebut di bawah.
> >
> > Jadi festival manyue juga berfungsi sebagai pemberitahuan kepada
> > handai-taulan bahwa di keluarga itu telah ada seroang manusia baru.
> >
> > Kalau ditarik-tarik, konon menurut beberapa tetua, sebelum mencapai manyue,
> > hun dan po seorang bayi masih belum menyatu dengan sempurna.
> >
> > --- In budaya_tionghua@... <budaya_tionghua%40yahoogroups.com>,
> > "Rinto Jiang" <rinto <at> > wrote:
> > >
> > > Bung Toni,
> > >
> > > Seperti yang sudah dijelaskan oleh sesepuh di muka, saya ingin
> > melengkapi.
> > >
> > > Ma-gwee yang anda maksud seharusnya adalah moa gwee = man Yue dalam
> > bahasa Mandarin, arti harfiahnya genap bulan. Ini dikarenakan di zaman dulu,
> > mortalitas bayi yang baru lahir sangat tinggi. Jangankan di keluarga rakyat
> > biasa, bayi2 dari seorang kaisar yang seharusnya mendapatkan perawatan plus
> > daripada rakyat jelata juga tidak lepas dari mortalitas tinggi seperti ini.
> > Untuk ini, perayaan untuk menyambut kehadiran bayi2 di zaman dulu biasanya
> > diundur sampai usia genap 1 bulan. Pada perayaan kecil ini (karena terbatas
> > hanya dalam keluarga dan handai-taulan), kehadiran sang bayi kemudian
> > dilaporkan kepada leluhur dan dewa-dewi supaya diberikan kemudahan dalam
> > perjalanan ke depan.
> > >
> > > Moho kalau tidak salah menurut deskripsi anda seharusnya adalah huat kwe
> > = fa gao = kue kembang (setelah dikukus). Ini melambangkan kemudahan rezeki
> > dan perkembangan.
> > >
> > > Miku saya kurang pasti karena banyak macam kue seperti ini.
> > >
> > > Kue ku lazimnya disebut ang ku kwe = hong gui ke = kue kura-kura merah.
> > >
> > > Kesemua istilah ini adalah berasal dari lafal bahasa Hokkian.
> > >
> > >
> > > Rinto Jiang
> > >
> > >
> > >
> > > From: Toni Santoso
> > > Sent: Thursday, January 27, 2011 10:55 AM
> > > To: budaya_tionghua@... <budaya_tionghua%40yahoogroups.com>
> > > Subject: [budaya_tionghua] Ma gwee
> > >
> > >
> > > Halo cuwi sekalian,
> > >
> > > Kemaarin bayi tetangga berumur satu bulan, datang kiriman berupa satu dos
> > > makanan dengan sebutir telur rebus yang diwarnai merah.
> > > Owe jadi teringat tradisi ma-gweek-an ini, demikian orang-orang tionghoa
> > > Semarang menyebutnya.
> > > Keluarga yang punya anak bayi, saat anaknya berumur satu bulan
> > mengirimkan
> > > bingkisan makanan kepada para tamu yang sudah datang menengok, mestinya
> > > sebagai tanda terima kasih dan harapan agar si bayi berumur panjang.
> > Kalau
> > > di Semarang dulu, bingkisannya berupa satu besek yang ditutupnya ditempel
> > > sepotong kertas merah. Isinya macam-macam makanan yang berwarna merah
> > > seperti kue moho, miku, kue ku dan kue mangkok, serta telur rebus warna
> > > merah. Sekarang rupanya demi kepraktisan makannannya diganti nasi rames
> > > saja, tetapi telur rebus merahnya masih. O ya, kalau di Semarang moho dan
> > > miku bisa dibeli di Gang Baru, entah di Jakarta dimana yang jual?
> > >
> > > Moho berupa kue berdiameter 15 cm dikukus sampai mekar seperti bolu
> > kukus.
> > > Miku adalah bakpao berbentuk oval, isinya kacang hijau tumbuk. Di atasnya
> > > biasa ditulis huruf "so" (panjang umur) dengan memakai adonan terigu, owe
> > > masih bisa baca huruf ini. Kue ku adalah kue berbentuk kura-kura dibuat
> > > dari ketan, isinya tumbukan kacang hijau, di bawahnya biasa diberi alas
> > > daun pisang supaya tidak lengket. Kue ku jelas melambangkan harapan umur
> > > panjang, karena kura-kura dikenal bisa hidup lama.
> > >
> > > Owe mohon penjelasan, kata ma-gwee, gwee-nya mestinya bulan bukan? Apa
> > > sebenarnya arti "ma"? Lalu moho, miku dan kue ku? Bagaimana han tzi-nya?
> > > dan melambangkan apa ?
> > >
> > > Kamsia - kamsia.
> > >
> > > Kiongchiu.
> > > Toni
> > >
> >
> >
> >  
> >
>

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    budaya_tionghua-digest@... 
    budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Dada | 31 Jan 11:19 2011
Picon

Re: Ma gwee

Saya Liat 

Saya Bungkus ...

Saya Upload ...

.....

--- In budaya_tionghua@..., "Pink" <pinklotus3000 <at> ...> wrote:
>
> dear all,
> 
> ada tulisan yang sangat lama mengenai hal ini coba ditelusuri dan dibaca lagi semoga memberikan
pencerahan :
> http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/13427
> 
> salam
> 
> --- In budaya_tionghua@..., John Doe <gunawan <at> > wrote:
> >
> > ah bisa aja om budi,
> > 
> > itu kan masih banyak penjelasan lain
> > kenapa diambil kesimpulan bisa tahu gender dari liat bingkisan.
> > 
> > bisa aja dia dah tahu duluan sebelumnya (lewat talipon, pejer, sms, hape).
> > 
> > 
> > Kalau saya kutip dari sebuah website yg menjual bingkisan manyue:
> > dilihat dari bingkisan2 manyue  sepertinya yg wajib ada: telor merah ama
> > Angku kue. Yang lain bisa dicustomize suka-suka.
> > Dan disana telurnya disebut Goodluck Red Egg (artinya telor merah
> > merepresentasikan good luck?)
> > 
> > webnya bisa dilihat disini:
> > http://www.sweetestmoments.com.sg/fullmonth/fmPackages.aspx?PGroup=fm2009&vPackageIndex=1
> > 
> > 
> > 
> > 2011/1/31 budi anto <budiceng <at> >
> > 
> > >
> > >
> > > kemarin baru liat da ai tv, kebetulan menantu nya lahiran dan sudah 1 bulan
> > > atau man yue, sang nenek memberikan barang man yue ke tetangga tetangga,
> > > begitu si tetangga membuka plastiknya langsung di katakan : "selamat yah
> > > dapat cucu cowok, bla...bla...bla..."
> > >
> > > memangnya di man yue itu kalo lahirannya beda gender, barang yang di
> > > berikan ke orang2 itu berbeda juga ?
> > >
> > >
> > >
> > > ------------------------------
> > > *From:* henyung <henyung <at> >
> > > *To:* budaya_tionghua@...
> > > *Sent:* Sat, January 29, 2011 9:57:10 PM
> > >
> > > *Subject:* [budaya_tionghua] Re: Ma gwee
> > >
> > >
> > >
> > > Sedikit penambahan,
> > >
> > >
> > > Tradisi jaman dulu, kelahiran seorang bayi sama sekali tidak dikabarkan ke
> > > handai-taulan sebelum si bayi mencapai usia manyue. Karena faktor mortalitas
> > > yang disebut di bawah.
> > >
> > > Jadi festival manyue juga berfungsi sebagai pemberitahuan kepada
> > > handai-taulan bahwa di keluarga itu telah ada seroang manusia baru.
> > >
> > > Kalau ditarik-tarik, konon menurut beberapa tetua, sebelum mencapai manyue,
> > > hun dan po seorang bayi masih belum menyatu dengan sempurna.
> > >
> > > --- In budaya_tionghua@... <budaya_tionghua%40yahoogroups.com>,
> > > "Rinto Jiang" <rinto <at> > wrote:
> > > >
> > > > Bung Toni,
> > > >
> > > > Seperti yang sudah dijelaskan oleh sesepuh di muka, saya ingin
> > > melengkapi.
> > > >
> > > > Ma-gwee yang anda maksud seharusnya adalah moa gwee = man Yue dalam
> > > bahasa Mandarin, arti harfiahnya genap bulan. Ini dikarenakan di zaman dulu,
> > > mortalitas bayi yang baru lahir sangat tinggi. Jangankan di keluarga rakyat
> > > biasa, bayi2 dari seorang kaisar yang seharusnya mendapatkan perawatan plus
> > > daripada rakyat jelata juga tidak lepas dari mortalitas tinggi seperti ini.
> > > Untuk ini, perayaan untuk menyambut kehadiran bayi2 di zaman dulu biasanya
> > > diundur sampai usia genap 1 bulan. Pada perayaan kecil ini (karena terbatas
> > > hanya dalam keluarga dan handai-taulan), kehadiran sang bayi kemudian
> > > dilaporkan kepada leluhur dan dewa-dewi supaya diberikan kemudahan dalam
> > > perjalanan ke depan.
> > > >
> > > > Moho kalau tidak salah menurut deskripsi anda seharusnya adalah huat kwe
> > > = fa gao = kue kembang (setelah dikukus). Ini melambangkan kemudahan rezeki
> > > dan perkembangan.
> > > >
> > > > Miku saya kurang pasti karena banyak macam kue seperti ini.
> > > >
> > > > Kue ku lazimnya disebut ang ku kwe = hong gui ke = kue kura-kura merah.
> > > >
> > > > Kesemua istilah ini adalah berasal dari lafal bahasa Hokkian.
> > > >
> > > >
> > > > Rinto Jiang
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > From: Toni Santoso
> > > > Sent: Thursday, January 27, 2011 10:55 AM
> > > > To: budaya_tionghua@... <budaya_tionghua%40yahoogroups.com>
> > > > Subject: [budaya_tionghua] Ma gwee
> > > >
> > > >
> > > > Halo cuwi sekalian,
> > > >
> > > > Kemaarin bayi tetangga berumur satu bulan, datang kiriman berupa satu dos
> > > > makanan dengan sebutir telur rebus yang diwarnai merah.
> > > > Owe jadi teringat tradisi ma-gweek-an ini, demikian orang-orang tionghoa
> > > > Semarang menyebutnya.
> > > > Keluarga yang punya anak bayi, saat anaknya berumur satu bulan
> > > mengirimkan
> > > > bingkisan makanan kepada para tamu yang sudah datang menengok, mestinya
> > > > sebagai tanda terima kasih dan harapan agar si bayi berumur panjang.
> > > Kalau
> > > > di Semarang dulu, bingkisannya berupa satu besek yang ditutupnya ditempel
> > > > sepotong kertas merah. Isinya macam-macam makanan yang berwarna merah
> > > > seperti kue moho, miku, kue ku dan kue mangkok, serta telur rebus warna
> > > > merah. Sekarang rupanya demi kepraktisan makannannya diganti nasi rames
> > > > saja, tetapi telur rebus merahnya masih. O ya, kalau di Semarang moho dan
> > > > miku bisa dibeli di Gang Baru, entah di Jakarta dimana yang jual?
> > > >
> > > > Moho berupa kue berdiameter 15 cm dikukus sampai mekar seperti bolu
> > > kukus.
> > > > Miku adalah bakpao berbentuk oval, isinya kacang hijau tumbuk. Di atasnya
> > > > biasa ditulis huruf "so" (panjang umur) dengan memakai adonan terigu, owe
> > > > masih bisa baca huruf ini. Kue ku adalah kue berbentuk kura-kura dibuat
> > > > dari ketan, isinya tumbukan kacang hijau, di bawahnya biasa diberi alas
> > > > daun pisang supaya tidak lengket. Kue ku jelas melambangkan harapan umur
> > > > panjang, karena kura-kura dikenal bisa hidup lama.
> > > >
> > > > Owe mohon penjelasan, kata ma-gwee, gwee-nya mestinya bulan bukan? Apa
> > > > sebenarnya arti "ma"? Lalu moho, miku dan kue ku? Bagaimana han tzi-nya?
> > > > dan melambangkan apa ?
> > > >
> > > > Kamsia - kamsia.
> > > >
> > > > Kiongchiu.
> > > > Toni
> > > >
> > >
> > >
> > >  
> > >
> >
>

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    budaya_tionghua-digest@... 
    budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

budi anto | 31 Jan 16:23 2011
Picon

Re: Re: Ma gwee



ga tau juga yah, soalnya setelah dia liat isi plastik nya , si tetangga baru omongin selamat, gitu loh
atau itu cuma budaya di taiwan saja begitu?



From: John Doe <gunawan-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
To: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org
Sent: Mon, January 31, 2011 5:11:29 PM
Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Ma gwee

 

ah bisa aja om budi,


itu kan masih banyak penjelasan lain 
kenapa diambil kesimpulan bisa tahu gender dari liat bingkisan.

bisa aja dia dah tahu duluan sebelumnya (lewat talipon, pejer, sms, hape).


Kalau saya kutip dari sebuah website yg menjual bingkisan manyue:
dilihat dari bingkisan2 manyue  sepertinya yg wajib ada: telor merah ama Angku kue. Yang lain bisa dicustomize suka-suka.
Dan disana telurnya disebut Goodluck Red Egg (artinya telor merah merepresentasikan good luck?)



2011/1/31 budi anto <budiceng-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
 

kemarin baru liat da ai tv, kebetulan menantu nya lahiran dan sudah 1 bulan atau man yue, sang nenek memberikan barang man yue ke tetangga tetangga, begitu si tetangga membuka plastiknya langsung di katakan : "selamat yah dapat cucu cowok, bla...bla...bla..."

memangnya di man yue itu kalo lahirannya beda gender, barang yang di berikan ke orang2 itu berbeda juga ?



Sent: Sat, January 29, 2011 9:57:10 PM

Subject: [budaya_tionghua] Re: Ma gwee

 

Sedikit penambahan,



Tradisi jaman dulu, kelahiran seorang bayi sama sekali tidak dikabarkan ke handai-taulan sebelum si bayi mencapai usia manyue. Karena faktor mortalitas yang disebut di bawah.

Jadi festival manyue juga berfungsi sebagai pemberitahuan kepada handai-taulan bahwa di keluarga itu telah ada seroang manusia baru.

Kalau ditarik-tarik, konon menurut beberapa tetua, sebelum mencapai manyue, hun dan po seorang bayi masih belum menyatu dengan sempurna.

--- In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org, "Rinto Jiang" <rinto <at> ...> wrote:
>
> Bung Toni,
>
> Seperti yang sudah dijelaskan oleh sesepuh di muka, saya ingin melengkapi.
>
> Ma-gwee yang anda maksud seharusnya adalah moa gwee = man Yue dalam bahasa Mandarin, arti harfiahnya genap bulan. Ini dikarenakan di zaman dulu, mortalitas bayi yang baru lahir sangat tinggi. Jangankan di keluarga rakyat biasa, bayi2 dari seorang kaisar yang seharusnya mendapatkan perawatan plus daripada rakyat jelata juga tidak lepas dari mortalitas tinggi seperti ini. Untuk ini, perayaan untuk menyambut kehadiran bayi2 di zaman dulu biasanya diundur sampai usia genap 1 bulan. Pada perayaan kecil ini (karena terbatas hanya dalam keluarga dan handai-taulan), kehadiran sang bayi kemudian dilaporkan kepada leluhur dan dewa-dewi supaya diberikan kemudahan dalam perjalanan ke depan.
>
> Moho kalau tidak salah menurut deskripsi anda seharusnya adalah huat kwe = fa gao = kue kembang (setelah dikukus). Ini melambangkan kemudahan rezeki dan perkembangan.
>
> Miku saya kurang pasti karena banyak macam kue seperti ini.
>
> Kue ku lazimnya disebut ang ku kwe = hong gui ke = kue kura-kura merah.
>
> Kesemua istilah ini adalah berasal dari lafal bahasa Hokkian.
>
>
> Rinto Jiang
>
>
>
> From: Toni Santoso
> Sent: Thursday, January 27, 2011 10:55 AM
> To: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org
> Subject: [budaya_tionghua] Ma gwee
>
>
> Halo cuwi sekalian,
>
> Kemaarin bayi tetangga berumur satu bulan, datang kiriman berupa satu dos
> makanan dengan sebutir telur rebus yang diwarnai merah.
> Owe jadi teringat tradisi ma-gweek-an ini, demikian orang-orang tionghoa
> Semarang menyebutnya.
> Keluarga yang punya anak bayi, saat anaknya berumur satu bulan mengirimkan
> bingkisan makanan kepada para tamu yang sudah datang menengok, mestinya
> sebagai tanda terima kasih dan harapan agar si bayi berumur panjang. Kalau
> di Semarang dulu, bingkisannya berupa satu besek yang ditutupnya ditempel
> sepotong kertas merah. Isinya macam-macam makanan yang berwarna merah
> seperti kue moho, miku, kue ku dan kue mangkok, serta telur rebus warna
> merah. Sekarang rupanya demi kepraktisan makannannya diganti nasi rames
> saja, tetapi telur rebus merahnya masih. O ya, kalau di Semarang moho dan
> miku bisa dibeli di Gang Baru, entah di Jakarta dimana yang jual?
>
> Moho berupa kue berdiameter 15 cm dikukus sampai mekar seperti bolu kukus.
> Miku adalah bakpao berbentuk oval, isinya kacang hijau tumbuk. Di atasnya
> biasa ditulis huruf "so" (panjang umur) dengan memakai adonan terigu, owe
> masih bisa baca huruf ini. Kue ku adalah kue berbentuk kura-kura dibuat
> dari ketan, isinya tumbukan kacang hijau, di bawahnya biasa diberi alas
> daun pisang supaya tidak lengket. Kue ku jelas melambangkan harapan umur
> panjang, karena kura-kura dikenal bisa hidup lama.
>
> Owe mohon penjelasan, kata ma-gwee, gwee-nya mestinya bulan bukan? Apa
> sebenarnya arti "ma"? Lalu moho, miku dan kue ku? Bagaimana han tzi-nya?
> dan melambangkan apa ?
>
> Kamsia - kamsia.
>
> Kiongchiu.
> Toni
>






__._,_.___

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.





Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Rinto Jiang | 1 Feb 12:46 2011
Picon

Re: Re: Ma gwee



Di Taiwan memang ada kebiasaan memberikan bingkisan moa gwee berdasarkan jenis kelamin anak yang dilahirkan. Kalau anak laki-laki, biasanya yang menjadi bingkisan adalah nasi pulut (you fan, arti harfiah nasi minyak), sedangkan anak perempuan biasanya yang dijadikan hadiah adalah kue tar ala barat. Tentu ada juga telur merah berserta hadiah tadi.
 
Ini dikarenakan, di zaman dulu biasanya cuma bayi laki2 yang mempunyai perayaan moa gwee seperti ini, bayi perempuan sebenarnya dalam masyarakat Tiongkok di zaman dulu dianggap akan menjadi bagian dari keluarga lain setelah menikah. Zaman sekarang seiring dengan terkikisnya pemikiran seperti ini, namun masih tetap menghormati tradisi turun temurun, maka bayi perempuan tidaklah menggunakan nasi pulut sebagai bingkisan ke handai taulan.
 
 
Rinto
 
 
From: budi anto
Sent: Monday, January 31, 2011 3:25 PM
Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Ma gwee
 
 

kemarin baru liat da ai tv, kebetulan menantu nya lahiran dan sudah 1 bulan atau man yue, sang nenek memberikan barang man yue ke tetangga tetangga, begitu si tetangga membuka plastiknya langsung di katakan : "selamat yah dapat cucu cowok, bla...bla...bla..."

memangnya di man yue itu kalo lahirannya beda gender, barang yang di berikan ke orang2 itu berbeda juga ?



From: henyung <henyung-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@public.gmane.org>
To: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@public.gmane.org
Sent: Sat, January 29, 2011 9:57:10 PM
Subject: [budaya_tionghua] Re: Ma gwee

 

Sedikit penambahan,

Tradisi jaman dulu, kelahiran seorang bayi sama sekali tidak dikabarkan ke handai-taulan sebelum si bayi mencapai usia manyue. Karena faktor mortalitas yang disebut di bawah.

Jadi festival manyue juga berfungsi sebagai pemberitahuan kepada handai-taulan bahwa di keluarga itu telah ada seroang manusia baru.

Kalau ditarik-tarik, konon menurut beberapa tetua, sebelum mencapai manyue, hun dan po seorang bayi masih belum menyatu dengan sempurna.

--- In mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com, "Rinto Jiang" <rinto <at> ...> wrote:
>
> Bung Toni,
>
> Seperti yang sudah dijelaskan oleh sesepuh di muka, saya ingin melengkapi.
>
> Ma-gwee yang anda maksud seharusnya adalah moa gwee = man Yue dalam bahasa Mandarin, arti harfiahnya genap bulan. Ini dikarenakan di zaman dulu, mortalitas bayi yang baru lahir sangat tinggi. Jangankan di keluarga rakyat biasa, bayi2 dari seorang kaisar yang seharusnya mendapatkan perawatan plus daripada rakyat jelata juga tidak lepas dari mortalitas tinggi seperti ini. Untuk ini, perayaan untuk menyambut kehadiran bayi2 di zaman dulu biasanya diundur sampai usia genap 1 bulan. Pada perayaan kecil ini (karena terbatas hanya dalam keluarga dan handai-taulan), kehadiran sang bayi kemudian dilaporkan kepada leluhur dan dewa-dewi supaya diberikan kemudahan dalam perjalanan ke depan.
>
> Moho kalau tidak salah menurut deskripsi anda seharusnya adalah huat kwe = fa gao = kue kembang (setelah dikukus). Ini melambangkan kemudahan rezeki dan perkembangan.
>
> Miku saya kurang pasti karena banyak macam kue seperti ini.
>
> Kue ku lazimnya disebut ang ku kwe = hong gui ke = kue kura-kura merah.
>
> Kesemua istilah ini adalah berasal dari lafal bahasa Hokkian.
>
>
> Rinto Jiang
>
>
>
> From: Toni Santoso
> Sent: Thursday, January 27, 2011 10:55 AM
> To: mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com
> Subject: [budaya_tionghua] Ma gwee
>
>
> Halo cuwi sekalian,
>
> Kemaarin bayi tetangga berumur satu bulan, datang kiriman berupa satu dos
> makanan dengan sebutir telur rebus yang diwarnai merah.
> Owe jadi teringat tradisi ma-gweek-an ini, demikian orang-orang tionghoa
> Semarang menyebutnya.
> Keluarga yang punya anak bayi, saat anaknya berumur satu bulan mengirimkan
> bingkisan makanan kepada para tamu yang sudah datang menengok, mestinya
> sebagai tanda terima kasih dan harapan agar si bayi berumur panjang. Kalau
> di Semarang dulu, bingkisannya berupa satu besek yang ditutupnya ditempel
> sepotong kertas merah. Isinya macam-macam makanan yang berwarna merah
> seperti kue moho, miku, kue ku dan kue mangkok, serta telur rebus warna
> merah. Sekarang rupanya demi kepraktisan makannannya diganti nasi rames
> saja, tetapi telur rebus merahnya masih. O ya, kalau di Semarang moho dan
> miku bisa dibeli di Gang Baru, entah di Jakarta dimana yang jual?
>
> Moho berupa kue berdiameter 15 cm dikukus sampai mekar seperti bolu kukus.
> Miku adalah bakpao berbentuk oval, isinya kacang hijau tumbuk. Di atasnya
> biasa ditulis huruf "so" (panjang umur) dengan memakai adonan terigu, owe
> masih bisa baca huruf ini. Kue ku adalah kue berbentuk kura-kura dibuat
> dari ketan, isinya tumbukan kacang hijau, di bawahnya biasa diberi alas
> daun pisang supaya tidak lengket. Kue ku jelas melambangkan harapan umur
> panjang, karena kura-kura dikenal bisa hidup lama.
>
> Owe mohon penjelasan, kata ma-gwee, gwee-nya mestinya bulan bukan? Apa
> sebenarnya arti "ma"? Lalu moho, miku dan kue ku? Bagaimana han tzi-nya?
> dan melambangkan apa ?
>
> Kamsia - kamsia.
>
> Kiongchiu.
> Toni
>




__._,_.___

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.





Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
henyung | 1 Feb 16:19 2011
Picon

Re: Ma gwee

Pheng,

Dulu di kampung, untuk perbedaan jenis kelamin bayi yang manyue, dilihat dari ganjil genap nya.
Sudah kurang ingat juga detailnya bagaimana. Tapi kalau tidak salah yang telor merahnya  atau ang ku nya
genap itu anak lelaki, kalau ganjil, anak perempuan.

--- In budaya_tionghua@..., "Rinto Jiang" <rinto <at> ...> wrote:
>
> Di Taiwan memang ada kebiasaan memberikan bingkisan moa gwee berdasarkan jenis kelamin anak yang
dilahirkan. Kalau anak laki-laki, biasanya yang menjadi bingkisan adalah nasi pulut (you fan, arti
harfiah nasi minyak), sedangkan anak perempuan biasanya yang dijadikan hadiah adalah kue tar ala barat.
Tentu ada juga telur merah berserta hadiah tadi.
> 
> Ini dikarenakan, di zaman dulu biasanya cuma bayi laki2 yang mempunyai perayaan moa gwee seperti ini,
bayi perempuan sebenarnya dalam masyarakat Tiongkok di zaman dulu dianggap akan menjadi bagian dari
keluarga lain setelah menikah. Zaman sekarang seiring dengan terkikisnya pemikiran seperti ini, namun
masih tetap menghormati tradisi turun temurun, maka bayi perempuan tidaklah menggunakan nasi pulut
sebagai bingkisan ke handai taulan.
> 
> 
> Rinto
> 
> 
> From: budi anto 
> Sent: Monday, January 31, 2011 3:25 PM
> To: budaya_tionghua@... 
> Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: Ma gwee
> 
>   
> 
> kemarin baru liat da ai tv, kebetulan menantu nya lahiran dan sudah 1 bulan atau man yue, sang nenek
memberikan barang man yue ke tetangga tetangga, begitu si tetangga membuka plastiknya langsung di
katakan : "selamat yah dapat cucu cowok, bla...bla...bla..."
> 
> memangnya di man yue itu kalo lahirannya beda gender, barang yang di berikan ke orang2 itu berbeda juga ?
> 
> 
> 
> 
> 
> --------------------------------------------------------------------------------
> From: henyung <henyung <at> ...>
> To: budaya_tionghua@...
> Sent: Sat, January 29, 2011 9:57:10 PM
> Subject: [budaya_tionghua] Re: Ma gwee
> 
>   
> Sedikit penambahan,
> 
> Tradisi jaman dulu, kelahiran seorang bayi sama sekali tidak dikabarkan ke handai-taulan sebelum si
bayi mencapai usia manyue. Karena faktor mortalitas yang disebut di bawah. 
> 
> Jadi festival manyue juga berfungsi sebagai pemberitahuan kepada handai-taulan bahwa di keluarga itu
telah ada seroang manusia baru. 
> 
> Kalau ditarik-tarik, konon menurut beberapa tetua, sebelum mencapai manyue, hun dan po seorang bayi
masih belum menyatu dengan sempurna.
> 
> --- In mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com, "Rinto Jiang" <rinto <at> > wrote:
> >
> > Bung Toni,
> > 
> > Seperti yang sudah dijelaskan oleh sesepuh di muka, saya ingin melengkapi.
> > 
> > Ma-gwee yang anda maksud seharusnya adalah moa gwee = man Yue dalam bahasa Mandarin, arti harfiahnya
genap bulan. Ini dikarenakan di zaman dulu, mortalitas bayi yang baru lahir sangat tinggi. Jangankan di
keluarga rakyat biasa, bayi2 dari seorang kaisar yang seharusnya mendapatkan perawatan plus daripada
rakyat jelata juga tidak lepas dari mortalitas tinggi seperti ini. Untuk ini, perayaan untuk menyambut
kehadiran bayi2 di zaman dulu biasanya diundur sampai usia genap 1 bulan. Pada perayaan kecil ini (karena
terbatas hanya dalam keluarga dan handai-taulan), kehadiran sang bayi kemudian dilaporkan kepada
leluhur dan dewa-dewi supaya diberikan kemudahan dalam perjalanan ke depan.
> > 
> > Moho kalau tidak salah menurut deskripsi anda seharusnya adalah huat kwe = fa gao = kue kembang (setelah
dikukus). Ini melambangkan kemudahan rezeki dan perkembangan.
> > 
> > Miku saya kurang pasti karena banyak macam kue seperti ini.
> > 
> > Kue ku lazimnya disebut ang ku kwe = hong gui ke = kue kura-kura merah.
> > 
> > Kesemua istilah ini adalah berasal dari lafal bahasa Hokkian.
> > 
> > 
> > Rinto Jiang
> > 
> > 
> > 
> > From: Toni Santoso 
> > Sent: Thursday, January 27, 2011 10:55 AM
> > To: mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com 
> > Subject: [budaya_tionghua] Ma gwee
> > 
> > 
> > Halo cuwi sekalian,
> > 
> > Kemaarin bayi tetangga berumur satu bulan, datang kiriman berupa satu dos
> > makanan dengan sebutir telur rebus yang diwarnai merah.
> > Owe jadi teringat tradisi ma-gweek-an ini, demikian orang-orang tionghoa
> > Semarang menyebutnya.
> > Keluarga yang punya anak bayi, saat anaknya berumur satu bulan mengirimkan
> > bingkisan makanan kepada para tamu yang sudah datang menengok, mestinya
> > sebagai tanda terima kasih dan harapan agar si bayi berumur panjang. Kalau
> > di Semarang dulu, bingkisannya berupa satu besek yang ditutupnya ditempel
> > sepotong kertas merah. Isinya macam-macam makanan yang berwarna merah
> > seperti kue moho, miku, kue ku dan kue mangkok, serta telur rebus warna
> > merah. Sekarang rupanya demi kepraktisan makannannya diganti nasi rames
> > saja, tetapi telur rebus merahnya masih. O ya, kalau di Semarang moho dan
> > miku bisa dibeli di Gang Baru, entah di Jakarta dimana yang jual?
> > 
> > Moho berupa kue berdiameter 15 cm dikukus sampai mekar seperti bolu kukus.
> > Miku adalah bakpao berbentuk oval, isinya kacang hijau tumbuk. Di atasnya
> > biasa ditulis huruf "so" (panjang umur) dengan memakai adonan terigu, owe
> > masih bisa baca huruf ini. Kue ku adalah kue berbentuk kura-kura dibuat
> > dari ketan, isinya tumbukan kacang hijau, di bawahnya biasa diberi alas
> > daun pisang supaya tidak lengket. Kue ku jelas melambangkan harapan umur
> > panjang, karena kura-kura dikenal bisa hidup lama.
> > 
> > Owe mohon penjelasan, kata ma-gwee, gwee-nya mestinya bulan bukan? Apa
> > sebenarnya arti "ma"? Lalu moho, miku dan kue ku? Bagaimana han tzi-nya?
> > dan melambangkan apa ?
> > 
> > Kamsia - kamsia.
> > 
> > Kiongchiu.
> > Toni
> >
>

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    budaya_tionghua-digest@... 
    budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/


Gmane