Yonas | 28 Jul 06:22 2011
Picon

Cerita Aneh & Meragukan tentang Guan Kong (關羽)



Besok di Vihara Setia Budi - Daging dan Arak Persembahan untuk Dewa Kwan Kong

Babi panggang dan arak merupakan jenis persembahan memperingati hari wafat Kwan Kong. Prosesi persembahan yang dilaksanakan pada Imlek 6 Gwee 24 yang jatuh pada 24 Juli  2011, dapat disaksikan di Vihara Setia Budi Jalan Irian Barat Medan.

"Persembahan babi panggang dan arak, dikarenakan se­masa hidupnya Kwan Kong dikenal seorang yang suka makan daging dan minum arak," ungkap salahseorang pengamat tradisi Tionghoa, Halim Loe.

Kwan Kong banyak dipuja di kalangan masyarakat Tiong­­hoa, dikarenakan kejujuran dan kesetiaannya. Kwan Kong juga dipuja sebagai dewa pelindung perdagangan, dewa pelindung kesusasteraan, dan dewa pelindung rakyat dari malapetaka peperangan yang mengerikan.

"Karena melindungi penduduk sekampung, lantas pen­­duduk sekampung memberikan penghormatan saat menemukan Kwan Kong sudah tiada dengan kondisi yang sangat mengenaskan pascamen­jalani hukuman pancung. Sejak itu secara temurun peng­hormatan terhadap Kwan Kong meluas, dan Kwan Kong di­anggap dewa,"urai Halim.

Pascakematiannya yang cu­kup tragis, arwah Kwan Kong sempat gentayangan men­­cari kepalanya yang terpu­tus. Hanya saja Dewa yang menyamar seorang bhikku menyarankan supaya Kwan Kong jangan lagi mencari ke­palanya, lantaran sudah ba­nyak kepala yang telah di­penggalnya di medan pepe­rangan.

Sekilas Riwayat

Kwan Kwong hidup di masa keruntuhan dinasti Han. Dikatakan Halim, Kwan Kong hanyalah seorang biasa yang keseharian menjual kacang-kacangan di pasar. Suatu hari seorang tukang daging yang bernama Cang Fei mengusik ketenangan batinnya.

Permintaan seorang miskin pada Cang Fei supaya di­be­rikan sepotong daging bukannya dipenuhi, malah seorang mis­kin itu dicerca dan nyaris digebuki para pesuruh Cang Fei.

Menyaksikan kejadian itu, wajah Kwan Kong mulai me­me­rah. Cang Fei yang mengetahui amarah Kwan Kong terpancing, lantas mengalihkan dengan mengadakan sayembara memperebutkan daging gratis bagi siapa saja yang bisa mengangkat sepotong daging yang dihimpit sebongkah batu yang sudah dibacakannya man­tra-mantra.

Harga daging yang sangat sulit dijangkau bagi kalangan masyarakat miskin, sehingga sayembara yang digelar Cang Fei mengundang banyak orang untuk mencoba.

Tak ada satupun yang mampu mengangkat sepotong daging yang ditindih Cang Fei dengan batu yang sudah dibacakan mantra-mantra itu, ter­ke­cuali Kwan Kong yang ber­tubuh tinggi besar mampu mengangkat sepotong daging tersebut.

Sewaktu Kwan Kong me­na­gih hadiah dari Cang Fei, terjadilah perdebatan sengit di antara keduanya. Seorang penjual tikar bernama Liu Bei tak jauh dari lapak berjualan kedua orang yang tengah ber­seteru tersebut, lantas berupaya menengarai ke­duanya.

Liu Bei yang merupakan ke­turunan raja Han, lantas me­nangkap tangan keduanya. Tutur kata Liu Bei yang sangat santun, sehingga mampu meng­in­syafkan Kwan Kong dan Cang Fei saling ber­maafan. "Kalau kalian berkelahi yang dirugikan ne­gara." Begitu Liu Bei berpesan kata Halim.

Sejak kejadian itu, ketiganya ti­dak lagi bergantung hi­dup dari ber­da­gang. Liu Bei, Kwan Kong, dan Cang Fei pun se­pakat meng­ikat tali persau­da­raan untuk bersama-sama satukan te­­kad menyum­bang­­kan tenaga dan pikiran kepada negara.

Liu Bei yang men­jadi kakak ter­­tua bersenjatakan dua buah pe­dang. Kwan Kong bersenjatakan go­lok, dan Cang Fei bersenja­takan tombak.

Setelah bersumpah meng­ikat tali persaudaraan, di ta­man persik itu, mulailah karier kepahlawanan ketiganya yang berjuang dan berperang dari selatan menuju utara. Kwan Kong begitu sangat ditakuti musuh di medan peperangan, dikarenakan ba­nyak yang sudah terbunuh oleh goloknya.

Semasa hidupnya, Kwan Kong hanya punya seorang anak angkat bernama Kwan Phin. Kwan Kong mengangkat sekaligus menganggap anak bagi siapa saja yang cinta pada negara.

Kisah dari Kwan Kong, di­katakan Halim dapat ditelusuri dari Roman Tiga Kerajaan (San Guo Yan atau Sam Kok). Sam Kok merupakan karya sastra terbesar abad ke-13  Buku Se­jarah Roman Tiga Kerajaan ter­sebut terdiri dari 800.000 huruf kanji 120 bab, dan 120 halaman yang ditulis Luo Guan Zhong.

Sumber : http://medan.jurnas.com/index.php?option=com_content&view=article&id=62425%3Abesok-di-vihara-setia-budi-daging-dan-arak-persembahan-untuk-dewa-kwan-kong&catid=93%3Asegak&Itemid=61 (Sabtu, 23 Juli 2011)


__._,_.___

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.





Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___
Ardian | 28 Jul 06:58 2011
Picon

Re: Cerita Aneh & Meragukan tentang Guan Kong (關羽)


ya cerita ngawurlah itu seh

--- In budaya_tionghua@..., "Yonas" <yonasw89 <at> ...> wrote:
>
> Besok di Vihara Setia Budi - Daging dan Arak Persembahan  untuk Dewa
> Kwan Kong
> 
> 
> Babi panggang dan arak merupakan jenis persembahan memperingati hari
> wafat Kwan Kong. Prosesi persembahan yang dilaksanakan pada Imlek 6 Gwee
> 24 yang jatuh pada 24 Juli  2011, dapat disaksikan di Vihara Setia Budi
> Jalan Irian Barat Medan.
> 
> 
> "Persembahan babi panggang dan arak, dikarenakan se­masa hidupnya
> Kwan Kong dikenal seorang yang suka makan daging dan minum arak,"
> ungkap salahseorang pengamat tradisi Tionghoa, Halim Loe.
> 
> Kwan Kong banyak dipuja di kalangan masyarakat Tiong­­hoa,
> dikarenakan kejujuran dan kesetiaannya. Kwan Kong juga dipuja sebagai
> dewa pelindung perdagangan, dewa pelindung kesusasteraan, dan dewa
> pelindung rakyat dari malapetaka peperangan yang mengerikan.
> 
> "Karena melindungi penduduk sekampung, lantas pen­­duduk
> sekampung memberikan penghormatan saat menemukan Kwan Kong sudah tiada
> dengan kondisi yang sangat mengenaskan pascamen­jalani hukuman
> pancung. Sejak itu secara temurun peng­hormatan terhadap Kwan Kong
> meluas, dan Kwan Kong di­anggap dewa,"urai Halim.
> Pascakematiannya yang cu­kup tragis, arwah Kwan Kong sempat
> gentayangan men­­cari kepalanya yang terpu­tus. Hanya saja Dewa
> yang menyamar seorang bhikku menyarankan supaya Kwan Kong jangan lagi
> mencari ke­palanya, lantaran sudah ba­nyak kepala yang telah
> di­penggalnya di medan pepe­rangan.
> 
> Sekilas Riwayat
> 
> Kwan Kwong hidup di masa keruntuhan dinasti Han. Dikatakan Halim, Kwan
> Kong hanyalah seorang biasa yang keseharian menjual kacang-kacangan di
> pasar. Suatu hari seorang tukang daging yang bernama Cang Fei mengusik
> ketenangan batinnya.
> Permintaan seorang miskin pada Cang Fei supaya di­be­rikan
> sepotong daging bukannya dipenuhi, malah seorang mis­kin itu dicerca
> dan nyaris digebuki para pesuruh Cang Fei.
> 
> Menyaksikan kejadian itu, wajah Kwan Kong mulai me­me­rah. Cang
> Fei yang mengetahui amarah Kwan Kong terpancing, lantas mengalihkan
> dengan mengadakan sayembara memperebutkan daging gratis bagi siapa saja
> yang bisa mengangkat sepotong daging yang dihimpit sebongkah batu yang
> sudah dibacakannya man­tra-mantra.
> 
> Harga daging yang sangat sulit dijangkau bagi kalangan masyarakat
> miskin, sehingga sayembara yang digelar Cang Fei mengundang banyak orang
> untuk mencoba.
> 
> Tak ada satupun yang mampu mengangkat sepotong daging yang ditindih Cang
> Fei dengan batu yang sudah dibacakan mantra-mantra itu,
> ter­ke­cuali Kwan Kong yang ber­tubuh tinggi besar mampu
> mengangkat sepotong daging tersebut.
> 
> Sewaktu Kwan Kong me­na­gih hadiah dari Cang Fei, terjadilah
> perdebatan sengit di antara keduanya. Seorang penjual tikar bernama Liu
> Bei tak jauh dari lapak berjualan kedua orang yang tengah ber­seteru
> tersebut, lantas berupaya menengarai ke­duanya.
> 
> Liu Bei yang merupakan ke­turunan raja Han, lantas me­nangkap
> tangan keduanya. Tutur kata Liu Bei yang sangat santun, sehingga mampu
> meng­in­syafkan Kwan Kong dan Cang Fei saling ber­maafan.
> "Kalau kalian berkelahi yang dirugikan ne­gara." Begitu Liu
> Bei berpesan kata Halim.
> 
> Sejak kejadian itu, ketiganya ti­dak lagi bergantung hi­dup dari
> ber­da­gang. Liu Bei, Kwan Kong, dan Cang Fei pun se­pakat
> meng­ikat tali persau­da­raan untuk bersama-sama satukan
> te­­kad menyum­bang­­kan tenaga dan pikiran kepada negara.
> 
> Liu Bei yang men­jadi kakak ter­­tua bersenjatakan dua buah
> pe­dang. Kwan Kong bersenjatakan go­lok, dan Cang Fei
> bersenja­takan tombak.
> 
> Setelah bersumpah meng­ikat tali persaudaraan, di ta­man persik
> itu, mulailah karier kepahlawanan ketiganya yang berjuang dan berperang
> dari selatan menuju utara. Kwan Kong begitu sangat ditakuti musuh di
> medan peperangan, dikarenakan ba­nyak yang sudah terbunuh oleh
> goloknya.
> 
> Semasa hidupnya, Kwan Kong hanya punya seorang anak angkat bernama Kwan
> Phin. Kwan Kong mengangkat sekaligus menganggap anak bagi siapa saja
> yang cinta pada negara.
> 
> Kisah dari Kwan Kong, di­katakan Halim dapat ditelusuri dari Roman
> Tiga Kerajaan (San Guo Yan atau Sam Kok). Sam Kok merupakan karya sastra
> terbesar abad ke-13  Buku Se­jarah Roman Tiga Kerajaan ter­sebut
> terdiri dari 800.000 huruf kanji 120 bab, dan 120 halaman yang ditulis
> Luo Guan Zhong.
> Sumber :
> http://medan.jurnas.com/index.php?option=com_content&view=article&id=624\
> 25%3Abesok-di-vihara-setia-budi-daging-dan-arak-persembahan-untuk-dewa-k\
> wan-kong&catid=93%3Asegak&Itemid=61
> <http://medan.jurnas.com/index.php?option=com_content&view=article&id=62\
> 425%3Abesok-di-vihara-setia-budi-daging-dan-arak-persembahan-untuk-dewa-\
> kwan-kong&catid=93%3Asegak&Itemid=61>  (Sabtu, 23 Juli 2011)
>

------------------------------------

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    budaya_tionghua-digest@... 
    budaya_tionghua-fullfeatured@...

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    budaya_tionghua-unsubscribe@...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

thelearner138 | 28 Jul 07:08 2011
Picon

Re: Re: Cerita Aneh & Meragukan tentang Guan Kong (&#38364;&#32701;)



Kacao tuh..

Kelenteng aja kali ngmgnya..

thelearner

From: "Ardian" <ardian_c <at> yahoo.co.id>
Sender: budaya_tionghua <at> yahoogroups.com
Date: Thu, 28 Jul 2011 04:58:07 -0000
To: <budaya_tionghua <at> yahoogroups.com>
ReplyTo: budaya_tionghua <at> yahoogroups.com
Subject: [budaya_tionghua] Re: Cerita Aneh & Meragukan tentang Guan Kong (關羽)

 


ya cerita ngawurlah itu seh

--- In budaya_tionghua <at> yahoogroups.com, "Yonas" <yonasw89 <at> ...> wrote:
>
> Besok di Vihara Setia Budi - Daging dan Arak Persembahan untuk Dewa
> Kwan Kong
>
>
> Babi panggang dan arak merupakan jenis persembahan memperingati hari
> wafat Kwan Kong. Prosesi persembahan yang dilaksanakan pada Imlek 6 Gwee
> 24 yang jatuh pada 24 Juli 2011, dapat disaksikan di Vihara Setia Budi
> Jalan Irian Barat Medan.
>
>
> "Persembahan babi panggang dan arak, dikarenakan se­masa hidupnya
> Kwan Kong dikenal seorang yang suka makan daging dan minum arak,"
> ungkap salahseorang pengamat tradisi Tionghoa, Halim Loe.
>
> Kwan Kong banyak dipuja di kalangan masyarakat Tiong­­hoa,
> dikarenakan kejujuran dan kesetiaannya. Kwan Kong juga dipuja sebagai
> dewa pelindung perdagangan, dewa pelindung kesusasteraan, dan dewa
> pelindung rakyat dari malapetaka peperangan yang mengerikan.
>
> "Karena melindungi penduduk sekampung, lantas pen­­duduk
> sekampung memberikan penghormatan saat menemukan Kwan Kong sudah tiada
> dengan kondisi yang sangat mengenaskan pascamen­jalani hukuman
> pancung. Sejak itu secara temurun peng­hormatan terhadap Kwan Kong
> meluas, dan Kwan Kong di­anggap dewa,"urai Halim.
> Pascakematiannya yang cu­kup tragis, arwah Kwan Kong sempat
> gentayangan men­­cari kepalanya yang terpu­tus. Hanya saja Dewa
> yang menyamar seorang bhikku menyarankan supaya Kwan Kong jangan lagi
> mencari ke­palanya, lantaran sudah ba­nyak kepala yang telah
> di­penggalnya di medan pepe­rangan.
>
> Sekilas Riwayat
>
> Kwan Kwong hidup di masa keruntuhan dinasti Han. Dikatakan Halim, Kwan
> Kong hanyalah seorang biasa yang keseharian menjual kacang-kacangan di
> pasar. Suatu hari seorang tukang daging yang bernama Cang Fei mengusik
> ketenangan batinnya.
> Permintaan seorang miskin pada Cang Fei supaya di­be­rikan
> sepotong daging bukannya dipenuhi, malah seorang mis­kin itu dicerca
> dan nyaris digebuki para pesuruh Cang Fei.
>
> Menyaksikan kejadian itu, wajah Kwan Kong mulai me­me­rah. Cang
> Fei yang mengetahui amarah Kwan Kong terpancing, lantas mengalihkan
> dengan mengadakan sayembara memperebutkan daging gratis bagi siapa saja
> yang bisa mengangkat sepotong daging yang dihimpit sebongkah batu yang
> sudah dibacakannya man­tra-mantra.
>
> Harga daging yang sangat sulit dijangkau bagi kalangan masyarakat
> miskin, sehingga sayembara yang digelar Cang Fei mengundang banyak orang
> untuk mencoba.
>
> Tak ada satupun yang mampu mengangkat sepotong daging yang ditindih Cang
> Fei dengan batu yang sudah dibacakan mantra-mantra itu,
> ter­ke­cuali Kwan Kong yang ber­tubuh tinggi besar mampu
> mengangkat sepotong daging tersebut.
>
> Sewaktu Kwan Kong me­na­gih hadiah dari Cang Fei, terjadilah
> perdebatan sengit di antara keduanya. Seorang penjual tikar bernama Liu
> Bei tak jauh dari lapak berjualan kedua orang yang tengah ber­seteru
> tersebut, lantas berupaya menengarai ke­duanya.
>
> Liu Bei yang merupakan ke­turunan raja Han, lantas me­nangkap
> tangan keduanya. Tutur kata Liu Bei yang sangat santun, sehingga mampu
> meng­in­syafkan Kwan Kong dan Cang Fei saling ber­maafan.
> "Kalau kalian berkelahi yang dirugikan ne­gara." Begitu Liu
> Bei berpesan kata Halim.
>
> Sejak kejadian itu, ketiganya ti­dak lagi bergantung hi­dup dari
> ber­da­gang. Liu Bei, Kwan Kong, dan Cang Fei pun se­pakat
> meng­ikat tali persau­da­raan untuk bersama-sama satukan
> te­­kad menyum­bang­­kan tenaga dan pikiran kepada negara.
>
> Liu Bei yang men­jadi kakak ter­­tua bersenjatakan dua buah
> pe­dang. Kwan Kong bersenjatakan go­lok, dan Cang Fei
> bersenja­takan tombak.
>
> Setelah bersumpah meng­ikat tali persaudaraan, di ta­man persik
> itu, mulailah karier kepahlawanan ketiganya yang berjuang dan berperang
> dari selatan menuju utara. Kwan Kong begitu sangat ditakuti musuh di
> medan peperangan, dikarenakan ba­nyak yang sudah terbunuh oleh
> goloknya.
>
> Semasa hidupnya, Kwan Kong hanya punya seorang anak angkat bernama Kwan
> Phin. Kwan Kong mengangkat sekaligus menganggap anak bagi siapa saja
> yang cinta pada negara.
>
> Kisah dari Kwan Kong, di­katakan Halim dapat ditelusuri dari Roman
> Tiga Kerajaan (San Guo Yan atau Sam Kok). Sam Kok merupakan karya sastra
> terbesar abad ke-13 Buku Se­jarah Roman Tiga Kerajaan ter­sebut
> terdiri dari 800.000 huruf kanji 120 bab, dan 120 halaman yang ditulis
> Luo Guan Zhong.
> Sumber :
> http://medan.jurnas.com/index.php?option=com_content&view=article&id=624\
> 25%3Abesok-di-vihara-setia-budi-daging-dan-arak-persembahan-untuk-dewa-k\
> wan-kong&catid=93%3Asegak&Itemid=61
> <http://medan.jurnas.com/index.php?option=com_content&view=article&id=62\
> 425%3Abesok-di-vihara-setia-budi-daging-dan-arak-persembahan-untuk-dewa-\
> kwan-kong&catid=93%3Asegak&Itemid=61> (Sabtu, 23 Juli 2011)
>



__._,_.___

.: Forum Diskusi Budaya dan Sejarah Tionghua :.

.: Website global http://www.budaya-tionghoa.net :.

.: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :.





Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Gmane