6 Jul 2012 01:07
OOT: TEKAD DAN KONSISTEN
BAMBU TAK SECEPAT PAKIS. Reposted by ISWARDENI from Herman Saputro via Prasetia. Pagi bahagia. Pagi penuh senyum ceria dan penuh syukur. Hidup tidak ada yg mudah dan gratis. Segala sesuatu perlu diperjuangkan dan perlu proses dan waktu untuk mencapai yg terbaik. "BAMBU TAK SECEPAT PAKIS". Dikisahkan, ada seorang pria putus asa & ingin berhenti hidup. Dia lalu pergi ke hutan untuk bicara yg terakhir kalinya dengan orang Bijak. “Bapak” katanya. “Apakah Bapak bisa memberi saya 1 nasehat agar saya tidak menyerah ?” Jawaban orang Bijak sangat mengejutkan. “Coba lihat ke sekitarmu. Apakah melihat pakis & bambu ?”. “Ya” jawab Si Pria. “Ketika menanam benih pakis & bambu. Aku merawat keduanya dengan sangat baik. Pakis tumbuh cepat & daunnya yg hijau segar menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun tetapi Aku tidak menyerah. Pada tahun ke~2, pakis tumbuh makin subur & banyak tetapi belum ada juga yg muncul dari benih bambu. Aku tidak menyerah. Di tahun ke~3 & 4, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu. Aku tidak menyerah. Aku tidak menyerah” “Di tahun ke~5, muncul sebuah tunas kecil. Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil & tidak bermakna. 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki. Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun. Akar ini membuat bambu kuat & memberi apa yg diperlukan bambu untuk bertahan hidup. “Tahukah kamu, di saat menghadapi semua kesulitan & perjuangan berat, kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar ?” “Aku tidak meninggalkan bambu itu” “Jangan bandingkan diri sendiri dengan orang lain” kata Si orang Bijak. “Bambu mempunyai tujuan yg beda dengan pakis. Tetapi keduanya membuat hutan jadi indah” “Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak & menjulang tinggi”. Iswardeni: Aamiin YRA Powered by Telkomsel BlackBerry®(Continue reading)
RSS Feed